Selasa, 04 November 2014

MAKALAH SKETSA PENDIDIKAN DI NEGARA MESIR, SAUDI ARABIA, IRAN, DAN IRAK DALAM NEGARA ISLAM



Mata Kuliah  :  Perbandingan Pendidikan Islam

MAKALAH
SKETSA PENDIDIKAN DI NEGARA MESIR, SAUDI ARABIA, IRAN, DAN IRAK DALAM NEGARA ISLAM




Oleh Kelompok 2 :

Nama           :
Ø  Djariadin Ronalko
Ø  Farno Saimudin
Ø  Hapida (Integrasi)

Jurusan       : Tarbiyah
Semester      : IV (Empat)


Dosen Pembina
Drs. ASRUDDIN, M.Pd.I



FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON (UMB)
PASARWAJO 2013





KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami bisa menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Sketsa Pendidikan Di Negara Mesir, Saudi Arabia, Iran, dan Irak", yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajarinya.
Makalah ini disusun untuk memyelesaikan tugas pada mata kuliah Perbandingan Pendidikan Islam di bangku kuliah Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), kampus B Pasarwajo, pada program studi Pendidikan Agama Islam. Maka harapan penulis kiranya makalah ini, sesuai dengan harapan Bapak Dosen pada mata kuliah yang dimaksud.
Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih yang dalam penulis kepada yang terhormat :
1.      Bapak Dosen Drs. Asruddin, M.Pd.I selaku pembimbing Mata Kuliah Perbandingan Pendidikan Islam.
2.      Rekan-rekan Mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Penulis menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga hanya yang demikian saja yang dapat penulis berikan. Penulis juga sangat mengaharapkan kritikan dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun, sehingga penulis dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Amin…
  


BAB II
PEMBAHASAN

SKETSA PENDIDIKAN DI NEGARA MESIR, SAUDI ARABIA, IRAN, DAN IRAK DALAM NEGARA ISLAM




A.    Sketsa dan Sistem Pendidikan di Negara Mesir

Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa Arab: مصر, Masr) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Posisi Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mesir ditaklukan oleh amr ibn Ash pada tahun 639 H dibawah komando khalifah kedua, umar ibn al-khattab. Sejak itulah islam masuk dan bergembang di mesir.
Setelah Baghdad sebagai pusat dunia islam diserang oleh khulaqu pada tahun 1258 M, ibu kota dunia islam pindah ke Kairo, Mesir. Begitu juga lembaga pendidikannya yang semulanya Bait-Alhikmah merupakan lembaga pendidikan internasional di Baghdad, maka telah mengalami kemunduran, Al-Azhar di mesir didirikan sebagai lembaga pendidikan alternatif, sekaligus pusat ilmu pengetahuan yang di kunjungi oleh para ulama dan pelajar dari seluruh pelosok dunia hingga kini.
Al-Azhar didirikan oleh jauhar Al-shiqili seorang panglima khalifah fathimyah al-muiz lidinillah, selesai dibangun selama 2 tahun dan berakhir sabtu 7 ramadhan 361 H atau 22 juni 972. Pada awal mullah berdirinya Al-Azhr mengajarkan fiqhi menurut Mazhab Syi’ah dan itu berjalan sampai jatuhnya khalifah fathimyah pada tahun 567 H. Ketika mesir diperintah oleh shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1171 M atau 567 H pelajaran fiqhi syi’ah diganti menurut Mazhab sunni. Selanjutnya didirikan madrasah-madrasah dengan guru resmi yang diangkat untuk mengajar kesana. Terjadilah peralihan dari Al-Azhar kepaada madrasah-madrasah ayyubiah, yang mengakibatkan kemajuan bergeser pada madrasah tersebut. Saat mesir jatuh dibawah kekuasaan sultan usmanyah turki pada tahun 1517 M atau 923 H, kemegaan mesir pun pindah keistambul turki.
Beberapa abad kemudian modernisasi mesir dilakukan kembali. Muh. Ali pasya pada 1805 M atau 1220 H membangun kembali al-azhar. Para ulamanya dikirim untuk belajr ke prancis guna mempelajari ilmu kedokteran, tehnik, meliter dan lain-lain.
Kendatipun Muh. Ali pasya (1765-1849) seorang illiterate atau bota huruf ia mengerti akan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam pembangunan pendidikan ini ia mendirikan kementerian pendidikan dan sekolah militer pada tahun 1815, lalu sekolah tehnik dan kedokteran pada tahun 1827. Para guru dan tenaga ahlinya didatangkan dari barat dan eropa dan megirim para pelajar untuk studi di barat guna memahami berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang disana. Ia juga mendirikan sekolah farmasi, sekolah pertambangan, pertania, kedokteran, sekoalah tinggi tehnik, sekolah penerjamahan dan lain-lain. Selain itu, Muh. Ali Pasya memgembangkan pendidikan militer, dan ia merupakan salah seorang pembaharuan pendidikan di dunia islam yang pertama karena bentuk sekolah yang didrikannya berbeda dengan madrasah atau sekolah tradisional yang ada sebelumnya, yang hanya menekankan pelajaran agama semata.
Muh. Abduh juga tercatat sebagai pembaharuan pendidikan mesir, terutama untuk skop lembaga pendidikan tradisional, dan keagamaan yakni al-azhar. Bagi abduh ilmu pengetahuan modern yang berkembang di barat bersumber dari Sunnahtullah atau hokum alam. Jadi, tidak bertentangan dengan ajaran agama islam. Menurutnya, itu telah menjadi sebabb kemajuan umat islam dimasa lampau dan merupakan faktor kemajuan dunia barat saat ini. Untuk memodernisasi kembali umat islam, IPTEK harus kembali dipelajari. Menurut Abduh pembaharuan pendidikan di al-azhar akan mempengaruhi dunia islam mengingat al-azhar merupakan universitas islam internasional yang bukan saja dikunjungi para pelajar muslim dari penjuru seluru dunia yang sekembali mereka ke Negara asal akan membawa ide pembaharuan, melaikan juga al-azhar telah mendapat tempat terhormat dikalangan umat islam. Berpijak dari pola pikir demikian, abduh menghendaki dimasukkannya beberapa disiplin ilmu modern (al-ulum al-aqliyah) dalam kurikulum al-azhar seperti : fisika, ilmu pasti, filsafat, sosiologi dan sejarah.
Begitu pula sebaliknya ia menghendaki di masukannya pendidikan agama yang lebih intensif, termasuk sejarah kebudayaan islam, kedalam kurikulum sekolah, sekolah bentukan pemerintah.
Sekarang al-azhar bukan lagi universitas keagamaan yang hanya memiliki beberapa fakultas ushuluddin, fakultas syari’ah, fakultas dakwa, fakultas tarbiyah, dan fakultas adab, melaikan juga terdiri atas berbagai fakultas umum seperti fakultas pertanian, fakultas ekonomi fakultas sastra, fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas farmasi, fakultas ilmu pasti alam, fakultas teknik dan industry, serta fakulta perdagangan dan manejemen.
Selain al-azhar, dimesir terdapat beberapa universitas lain, yaitu University of Cairo (1948), Alexandria University (1924), Ein al-syams University (1950), Assuit University (1958).
Sampai pada tahun 1956, mesir menerapkan system persekolahan sebagai berikut :
1)      Sistem pendidikan keagamaan, misalnya madrasah, kutab, dan al-azhar;
2)      Sistem sekolah yang menggunakan bahasa pengantar bahasa asing;
3)      Sistem sekolah yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Arab;
4)      Sistem sekolah yang didrikan oleh pemerintah
5)      Sistem sekolah asing dan kurikulumnya sendiri, seperti bahasa inggris.

Dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi system pengajaran al-azhar dikelolah oleh majelis tinggi  al-azhar yang dipegang oleh syekh al-azhar. Sampai pada tahun 1998 sistem penjenjangan pendidikan lembaga ini adalah
1)      Tingkat rendah atau (ibtida’i) selama 6 tahun
2)      Tingkat menengah (i’dadi) selama 3 tahun
3)      Tingkat menenga atas atau (tsanawi) selama 4 tahun
4)      Tingkat universitas selama 4-6 tahun.

Sejak tahun akademik 1992/1993, univesitas al-azhar telah membuka filiamnya di luar kairo yaitu iskandaria, Damanhur, dimyan, mansyurah, saqahik, tanta, dan shibil al-kom. Pihak al-azhar ikut mengadakan fakultas yang tersendiri, yang memisahkan mahasiswa laki-laki dan perempuan.
Modernisasi pendidikan terus dilakukan oleh Mesir. Berbagai peraturan dan perundang-undangan dibuat untuk mengintegrasikan jenis dan system persekolahan yang semula otonom menjadi system pendidikan nasional. Menurut perundang-undangan mesir  saat itu, system persekolahan mengikuti pola 6-3-3-4 tahun, yakni :
a.       Di sekolah dasar 6 tahun.
b.      Di sekolah persiapan 3 tahun
c.       Di sekolah menengah 3 tahun
d.      Di universitas 4 tahun.

Usia wajib belajar berlaku pada pendidikan dasar 6 tahun, dari usia 6 sampai 12 tahun. Disini mereka bebas bayar, baik disekolah negeri maupun swasta. Untuk mengakhiri sekolah dasar ini tidak melalui ujian, kecuali dalam rangka masuk kejenjang selanjutnya. Sekolah persiapan atau Preparatory Stage yang berlangsung selama 3 tahun dan merupakan sekolah umum, dilaksanakan tanpa adanya penjurusan. Sementara itu, sekolah menengah atau General Secondary Stage merupakan sekolah umum untuk persiapan keperguruan tinggi.

Kesempatan berpendidikan ditingkatkan. Pada tahun 1950-an, pemerintah menklaim bahwa dalam tiga hari selalu dibuka dua sekolah baru. Konsekuensinya, tidak dapat dihindari, mutu pengajaran acap kali rendah. Hal ini lalu menyulut kritik bahwa ekspansi pendidikan dipandang terlalu tergesah-gesah. Angka buta huruf ternyata belum mampu turun secepat yang diharapkan, terutama karena anak-anak usia sekolah di kalangan penduduk desa sering diperbantukan oleh orang tuanya dalam membantu pekerjaan diladang. Meskipun demikian, sekitar tahun 1970-an, Mesir telah dapat menghasilakan pulahan ribu guru, insinyur, dokter, para ahli farmasi, dan pegawai. Banyak diantara mereka yang bekerja diluara negeri, baik di lingkungan Negara-negara arab lainnya maupun di Negara barat sehingga meraka dapat meraup penghasilan yang lebih baik.

Dewasa ini mesir telah mengalami transformasi cepat dalam hal perkembangan potensi pendidikan.berdasarkan data dirjen dikti 1997,disebutkan bahwa dalam satu juta pendudukan di mesir terdapasebutkan bahwa dalam satu juta pendudukan di mesir terdapat 400 doktor;suatu angka yang signifikan bila dibandingkan dengan potensi human resoucer di Negara-negara islam
Anggota OKI lainnya.sekedar perbandingan,dalam skala yang sama, Indonesia hanya mencapai angka 65 doktor dalam satu juta penduduk.para ulama dan cendekiawan nesir tergolong produktif dalam hal karya ilmiah. Buku-buku tentang Islamic studies banyak yang beredar di Indonesia, Malaysia, singapura, dan negara lainnya,bahkan menjadi literature bagi kurikulum IAIN sejak kemunculannya. Karya tulis omar Al-Toumy al-syaebani, Muhammad athiyah al-abrasyi, yusuf Qardlawi, an-nahlawi, dan lain-lain telah popular dalam refrensi tarbiyah.gerakan tajdid dalam pemikiran keislaman juga mulai berkembang di mesirr, terutama bersumber dari para sarjana alumni barat. Gerakan kaum perempuan dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender serta perlindungan terhadap pelanggaran HAM yang brkaitan dengan kasus pelecehan seksual, belakangan ini mulai meningkat seiring dengan kian terbukanya pendidikan bagi warga mesir dan pergeseran budaya yang begitu cepat melanda negeri ini. Kebijakan tentang tema pendidikan mulai di perdebatkan di kalangan akademisi. Agaknya transformasi cultural mesir saat ini dan masa depan bisa juga terjadi di Negara-negara islam lainnya di gerakan atau berawal dari modernisasi pendidikan.

Tujuan Pendidikan di Mesir

·         Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang berubah modern untuk menghadapi tantangan terbarukan, selain memungkinkan mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas mereka.
·         Memberikan masyarakat dengan warga negara yang telah menguasai keterampilan ilmiah dasar, dengan penekanan khusus pada keterampilan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu-ilmu masa depan (sains, matematika, dan bahasa).
·         Menyediakan warga dengan pengetahuan dasar penting tentang kesehatan, gizi, lingkungan, dan isu-isu pembangunan yang terkait.
·         Menyiapkan dan membantu warga untuk mengembangkan keterampilan dipindahtangankan, termasuk kemampuan analisis, berpikir kritis, keterampilan ilmiah, dan keterampilan pemecahan masalah yang dapat memungkinkan mereka untuk merespon tuntutan terus-menerus dan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sistem pendidikan di Mesir adalah tanggung jawab Kementrian Pendidikan negara. Kementrian pendidikan bertanggung jawab  mulai dari pendidikan prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dalam aspek perencanaan, kebijakan, kontrol kualitas, koordinasi dan pengembangannya. Pejabat-pejabat pendidikan di tingkat governorat bertanggung jawab atas pengimplementasianya. Mereka yang memilih lokasi, membangun dan melengkapi serta mengawasinya agar berjalan dengan baik. Mereka juga berusaha mendorong sumbangan dan partisipasi masyarakat. Ringkasnya, mereka bertanggung jawab atas segala sesuatu untuk menjamin terselenggaranya opersional sekolah dengan efisien.

Mesir menerima bantuan dari Bank Dunia, UNICEF, UNESCO, dan negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat, German, Kerajaan Inggris, dan negara-negara Arab. Walaupun jumlah bantuan itu cukup besar, namun masih banyak lagi yang harus dicapai dalam bidang pendidikan, terutama dalam meningkatkan efisiensi manajemen dan belanja pendidikan. Sekolah Azhar dibiayai oleh pemerintah sedangkan Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi.

B.     Sketsa dan Sistem Pendidikan di Negara Saudi Arabia

Kerajaan Arab Saudi berdiri pada tahun 1932, yang memproklamasikan berdirinya kerajaan arab Saudi adalah raja abdul aziz ibn abdul rahman al-sa’ud. Jadi pendiri kerajaan ini adalah abdul aziz (almarhum) yang wafatnya pada tahun 1373 H atau 1953 M. Sistem pemerintahan arab Saudi adalah monarki dan menempati 80 persen luas semenanjung Arab. Secara geografis negara ini berbatasan dengan Jordania, Kuwait, dan Irak di sebelah utara, Laut Merah di sebelah barat, Qatar dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, serta Yaman dan Oman di sebelah selatan. Saudi Arabia adalah negara yang menganut hukum berbasis Islam di mana hukum syariah sebagai dasar konstitusi dan sistem hukum.

Sistem pendidikan di Saudi Arabia sejak tahun 1950-an telah melancarkan usaha pendidikan. Pendidikan dilaksanakan secara Cuma-Cuma bagi semua penduduk, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah. Bahkan, sekolah atau lembaga tertentu yang didirikan diluar negeri untuk mempopulerkan bahasa arab atau kajian islam bukan hanya tanpa biaya, melaikan pendaftaran yang diterima mendapatkan tunjangan dana akomodasi buku-buku serta lainya. Belakangan ini arab Saudi telah menggandakan al-qur’an dan terjemahannya yang telah dirafikasi oleh departemen agama di Indonesia untuk dicetak dan dibagikan keberbagai mesjid serta institusi pendidikan islam lainnya.

1.      Pendidikan Tingkat Dasar

Sistem penjenjangan pendidikannya ditingkat dasar dibentuk dua macam madrasah yaitu :
1)      Madarash Al-qur’an (sejenis taman pendidikan Al-qur’an di Indonesia)
2)      Madarasah ibtida’iyah (sekolah dasar), menggantikan sekolah desa yang dihapuskan pada tahun 1954.

2.      Pendidikan tingkat Menengah

Untuk tingkat menengah, semula terdapat dua jenjang sekolah umum (non kejuruan) yaitu kafaa dan tauhijiyah yang masing-masing selama 3 tahun, tetapi kemudian di ubah menjadi i’dadiyah yang lamanya belajarnya juga 3 tahun. Perubahan kebijakan pendidikan di Saudi arabiah ini tidak mengalami kesulitan, diantaranya karena mengingat komposisi masyarakatnya yang homogen, dengan islam sebagai satu-satunya pandangan hidup.

3.      Pendidikan Tingkat Menengah Atas

Di tingakat sekolah menengah atas yang disebut madrasah tsanawiayah terdapat dua jurusan :
1)      Ilmi ( jurusan ilmu pengetahuan)
2)      Adabi (jurusan sastra)

Jadi sekolah ini bersifat umum atau (non kejuruan) dengan focus memersiapkan para siswa untuk melanjutkan studi ketingkat pergurun tinggi meskipun demikian bagi mereka yang bermaksud untuk terjun kemasyarakat disediakan keterampilan tertentu oleh lembaga pendidikan dengan berbagai alternatif jurusan, misalnya keguruan, perusahaan, perdagangan, kajian al-qur’an dan teologi islam. Sebagai bentuk pembinaan pemuda, Saudi Arabia berupaya meningkatkan prestasi dibidang olahraga dan kebudayaan yang ditangani oleh badan Negara urussan kesejahteraan pemuda.

Masalah Pendidikan di Saudi Arabia  ditangani oleh dua departemen yaitu:
1)      Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang menangani Pendidikan Dasar, Menengah, baik umum maupun khusus.
2)      Departemen Pengajar Tinggi yang menangani lembaga pendidikan tinggi, baik itu dilingkungan Perguruan tinggi Umum (PTU) maupun Perguruan Tinggi Agama (PTA).

Saudi Arabia memiliki 7 universitas dalam semua jurusan. Riyadh memilki universitas yang relatif lengkap yakni universitas su’udiyah (ibn sa’ud university) yang terdiri atas fakultas sastra syri’ah, hukum, dan kajian peradilan. Adapun university of riyadl memiliki berbagai fakultas yaitu fakultas seni, sains, ekonomi, dan niaga, pertanian, tehnik, perminyakan, kedokteran, farmasi, dan kedokteran hewan. Kuliah di universitas ditempuh dalam waktu 4 tahun. di Riyadh ini terdiri dari dua sekolah tinggi independent yakni institu kajian islam dan bahasa arab dan sekolah tinggi hukum syari’ah. Disana juga terdapat tiga akademik yang semula terpisah yakni fakultas mu’alimin (keguruan) dan fakultas syari’ah (hukum islam), pada tahun 1961 dileburkan menjadi satu fakultas yakni fakultas syri’ah dan tarbiayah.
Kedua fakultas terakhir itu lalu berkembang menjadi universitas tersendiri yakni universitas medina yang memiliki 3 fakultas sebagai berikut :
a.       Fakultas syari’ah
b.      Fakultas Dakwa
c.       Fakultas Ushuluddin

Karena pesatnya pertumbuhan ekonomi Saudi Arabia, semua mahasiswa yang belajar di universitas Islam Madinah ini diberi beasiswa, termasuk tiket perjalanan bagi mahasiswa luar negeri. Tujuan universitas ini adalah agar mahasiswa ahli dalam bidang agama, ilmu syari’at dan bahasa arab.
Makkah, di sampai sebagai pusat penyelenggaraan ibada haji, juga sebagai pusat pendidikan. Di situ terdapat universitas Ummul Quro’ yang meliputi fakultas pendidikan, syariah, dan kajian islam. Selain itu, terdapat universitas Raja Abdul Aziz, yang terletak di Jeddah, provinsi bagian timur dari kerajaan Saudi Arabia ini. Lokasinya berdekatan dengan lading minyak di dahran. Meskipun memiliki fakultas non agama, seperti fakultas Humaniora, ekonomi, kedokteran, teknik, Institut kajian Laut Merah, minyak dan mineral, universitas ini termasuk dalam Pendidikan Tinggi Islam. Selain itu, terdapat universitas Raja faisal,  yang memiliki empat fakultas, di Dhammam. Madrasah Darul Ulum al-Diniyah juga berlokasi di Makkah. Didirikan pada tahun 1933 oleh orang-orang Indonesia, Malaysia, dan siam yang bermukim di kota tersebut. Lembaga ini berstatus swasta dan mendapat donator tetap, terutama dari sumbangan jamaah haji, dua departemen yang menengani pendidikan sebagaimana dikemukakan sebelumnya, dan bantuan lain.
Jenjang pendidkan di madarasah ini adalah :
1)      Ibtidaiyah 6 tahun
2)      Tsanawiayah 4 tahun,
3)      Aliyah 2 tahun.

Upaya menempuh pendidikan tinggi ini terutama bagi para pangeran, pengusaha, atau kalangan berada lainya tidak hanya diperoleh di lingkungan nasional, tetapi banyak pula yang menempuhnya di luar negeri, di negara-negara barat. Interaksi demikian menyebabkan Saudi Arabia berada dalam perjalanan percepatan modernisasi pendidikannya.
Kontak Indonesia dengan Saudi Arabia ini telah terjalin sejak lama, terutama melalui jamaah haji. Gelombang pendidikan pertama yang di tempuh oleh bangsa Indonesia untuk studi keislaman adalah Makkah, melalui perjalanan haji yang dilanjutkan dengan muqim beberapa tahun di Makkah dalam rangka belajar agama islam. Diantara mereka kemudian ada yang menjadi ulama terkemuka, bahkan menetap di Makkah. Misalnya, Ahmad Khatib dari Minangkabau dan Syekh Nawawi dari Banten. Mereka menetap, belajar, lalu menjadi ulama terkemuka di Makkah, yang kemudian memengaruhi munculnya gerakan islam, baik secara individu maupun organisasi di Indonesia.

C.    Sketsa dan Sistem Pendidikan Di Negara Iran   

Republik Islam Iran merupakan sebuah negara yang terletak di Timur Tengah belahan utara bumi, antara 25 derajat dan 40 derajat garis lintang serta 44 derajat dan 53 derajat garis bujur Greenwich. Negara ini meliputi area seluas 1.648.195 km dan merupakan negara terluas keenam di dunia. Letak negara ini sedemikian strategis sehingga tiga macam keadaan iklim dapat dilihat diberbagai tempat yakni dengan laut kaspia yang beriklim lembab dan daerah pegunungan yang setengah gersang, serta daerah padang pasir yang kering.

Secara politis iran mengalami transisi mendasar, baik akibat revolusi maupun perang.
Transisi pertama adalah akibat revolusi, yakni perubahan konstelasi politik dari bentuk negara otokrasi menjadi republik. Bentuk negara otokrasi hendak dikembangkan oleh shahinshah Mohammad Reza Pahlevi Aryamehr yang dinobatkan pada tahun 1925. Sejakitu Shah Reza Pahlevi berniat membangkitkan model kerajaan Cyrus I, atau paling tidak hendak menata kembali tradisi dan peninggalan persipolis. Pada tahun 1963, ia memberlakukan apayang disebutnya sebagai White Revolution, sebuah program untuk memperbaiki kondidi kehidupan penduduk, yang menurutnya telah mengalami banyak ketertinggalan, kebodohan, penyakit, kemiskinan, dan lain-lain.

Pada tanggal 23 0ktober 1979, Reza Pahlevi yang saat itu berusia 59 tahun dengan ditemani istrinya, farahdiba, meninggalkan meksiko menuju amerika serikat untuk berobat karena penyakit kanker lypha yang konon telah dideritanya saat ia berkuasa di iran. Taklama kemudian, ia meninggal. Tirani kekuasaan otokratis Shah Reza Pahlevi ditumbangkan oleh People Power, lalu, bentuk pemerintahannya berubah menjadi republic islam iran, jumhuriyah islamiyah, dengan slogan la syaraiyah wala gharbiyah, jumhuriyah Islamiyah (tidak timur ataupun barat, tetapi republic islam). Setelah imam Khomeini wafat pada tahun 1989, suksesi nasional dilakukan melalui pemilu.

Tansisi kedua adalah ketika perang dengan irak selama hampir satu decade setelah revolusi iran meletus. Akibat dari perang ini adalah kerugian infrastruktur ekonomi dan sosial yang tidak bisa pulih dalam waktu singkat. Anggaran negara banyyak tersedot untuk supply amunisi senjata, rakyat dimobilisasi untuk kepentingan militer, termaksud kaum perempuan. Ditambah lagi dengan bencana alam, seperti gempah bumi, tanah longsor, dan kekeringan yang acap kali menimpah iran. Pendidikanpun tidak urung terkena imbasnya karena pengkaderan militer ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Gedung sekolah kadang-kadang menjadi korban arti leri perang. Namun stelah genjatan senjata tercapai sekitar tahun 1990-an, pemulihan seluruh bidang pembangunan mulai dilakukan.
Modernisasi di bidang ekonomi, politik, hukum, dan pendidikan diprioritaskan. Dibidang ekonomi, produksi minyak yang tersendat sewaktu perang iran-irak mulai dibangun kembali. Demokratisasi sistim politik dibuka secara luas melalui pemilihan umum. Pengakuan terhadap hak-hak perempuan terus diperhatikan. Kegiatan dipendidikan juga di tingkatkan. Transisi wajah iran dari kekuasaan shah Reza Pahlevi yang otokratis kerepublik sejak ( tahun 1979), dan tercapainya genjatan senjata dalam perang iran-irak, benar-benar telah mengubah kehidupan dan identitas bangsa iran.
Identitas bangsa iran saat ini dapat di uraikan sebagai berikut :
a)      Hampir 66% rakyat iran berasl dari bangsa Persia
b)      Bangsa dari turki 25%
c)      Bangsa dari kurdi 5%
d)     Bangsa dari arab 4%

Suku terkenal di iran adalah Klan Bakhtisri, Cossack, Qajar, Turkaman, syahsoon, Kurd, Afsyar, sanjani, Gilak, dan lain-lain. Karakter jasmaninya adalah tinggi sedang dengan mata dan alis bewarna hitam. Mata uang iran adalah rial, yang nilainya sama dengan seratus dinar. Ibu kotanya adalah Teheran. Iran terdiri atas 24 provinsi, 195 kota, dan 498 distrik yang diawasi oleh kepala provinsi, gubernur jenderal, dan gubernur distrik. Bahasa resmi bangsa iran adalah bahasa Persia. Kalender resmi pemerintah iran adalah kalender Syamsia, dengan libur resmi mingguan pada hari jumaat. Bendera iran berwarna komposisi hijau, putih, dan merah dengan lencana khusus yang menggunakan kata Allahu Akbar. Sistem pemerintahan iran dibentuk atas kepemimpinan pemerintah (wilayah al-arm) dan kepemimpinan agama (Imamah) kepala pemerintahan adalah presiden, sedangkan kepemimpinan agana berasal dari faqih (wilayat al-faqih) yang diakui sebagai pemimpin oleh rakyat.

Kondisi Pendidikan

Undang-Undang Dasar Republik Islam Iran memberi penekanan pada kewajiban pendidikan dan pengajaran. Itulah sebabnya pemerintah menyediakan sarana cuma-cuma bagi para pemuda dan anak-anak sampai tingkat sekolah menengah pertama. Kementerian pendidikan dan pengajaran bertugas mengurusi anak-anak agar mendapat pendidikan dasar hingga tamat SMP.
Adapun sistem pendidikannya dapat diuraikan sebagai berikut:
1)      Sekolah persiapan (taman kanak-kanak), dimulai pada usia 5 tahun. di taheran dan kota besar lainnya terdapat banyak TK, tetapi pendidikan prasekolah ini tidak secara resmi menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.
2)      Sekolah dasar, dimulai pada anak usia 7 tahun yang merupakan tahap awal proses pendidikan. Pendidikan SD ini ditempuh selama 6 tahun. para siswa harus lulus ujian sekolah pada tiap akhir tahun akademiknya supaya mereka bisa dipromosikan untuk sekolah ditingkat selanjutnya. Dengan lulus ujian negara pada akhir kelas 6, mereka dapat masuk ke sekolah menengah.
Namun, tidak semua SD Iran terdiri atas 6 kelas. Dibanyak pedesaan, sekolah ini hanya memiliki 4 kelas. Sebagian besar sekolah yang terletak jauh dipelosok memiliki sekolah dengan satu ruang dan satu guru. Meskipun begitu seorang murid tetap bisa mengikuti pendidikan SD selama 6 tahun jika mampu menjangkaunya.
3)      Sekolah lanjutan pertama atau sekolah orientasi. Di sini proses pendidikan berlangsung selama 3 tahun. pada tahap ini, siswa-siswa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan persiapan untuk memilih bidang pengetahuan sesuai dengan minatnya.
4)      Sekolah lanjutan atau sekolah sains teoretis. Sekolah lanjutan atas hanya ditempuh oleh siswa-siswi yang lulus ujian sekolah menengah pertama.  Sekolah ini merupakan tahap akhir sekolah. Sekolah mengah ata terbagi ke dalam 2 bagian, yaitu teori dan pratik.
5)      Pendidikan tinggi, yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dan lulus seleksi.

Universitas Di Iran

Ada beberapa universitas di iran, diantaranya adalah :
a)      Universitas Taheran. Universitas ini dilengkapi dengan berbagai macam laboratorium yang cukup memadai untuk sebuah kampus modern.
b)      Universitas Allamah Thabathaba’i
c)      Universitas Manajemen Imam Shadiq
d)     Universitas Syahid Beheti
e)      Universitas Sains dan Teknologi Iran.

Sebelumnya telah berdiri banyak universitas, seperti Universitas Tabriz (1947), Universitas Meshed (Mashhad, 1949), Universitas Esfahan (1949), UniversitasGondishapour (dulunya adalah Universitas sitas Ahvas, 1955), juga beberapa Universitas swasta, misalnya Universitas Pahlevi atau Universitas Shiraz (1960), Universitas Nasional Iran (1961), dan UniversitasTeknik Aryanehr (1965).

Di samping berbagai lembaga pendidikan tinggi tadi, terdapat juga pendidikan teknik dan kejuruan. Untuk jenis ini, ada 3 tingkat pendidikan teknik Iran.
Tingkat pertama, adalah program sekolah dagang pasca-SD yang terkait dengan sekolah menengah pertama; ini merupakan program akhir yang diarahkan pada pelatihan siswa agar menjadi pekerjaan yang mahir dan terampil.
Tingakat kedua, adalah berkaitan dengan sekolah menengah atas; para murid yang lulus dari sekolah menengah pertama bisa diterima di sekolah teknik menengah atas ini. Sekolah ini dimaksudkan untuk melatih para ahli teknik dan industri.
Tingkat ketiga, adalah sekolah tinggi teknik yang menerima siswa yang telah menyelesaikan program akademik sekolah menengah atau telah lulus dari sekolah menengah teknik. Sekolah tinggi ini diniatkan untuk melatih para insinyur dan teknisi.
Perempuan merupakan pihak yang mendapat perhatian khusus pemerintah Iran, terutama dalam hal pendidikannya. Pendek kata, dalam pandangan islam perempuan mendapatkan nilai dan kebijakan yang lebih tinggi. Di bandingkan dengan negara-negara islam di timur tengah lainya, partisipasi perempuan Iran dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, dan pemerintahan lebih maju. Saat terjadi perang Iran-Irak, perempuan pun berjuang kemedan pertempuran.

Gerakan feminisme pascarevolusi Iran kian meningkat terutama datang dari aktivis yang mengenyam pendidikan dari barat. Sejak tahun 1995, debat isu gender antara pihak ulama dengan kaum feminis sering terjadi di forum ilmiah, khususnya di perguruan tinggi. Salahsatunya Film yang lain, Runaway, yang diputar pada tahun 2000 di Teheran, mendapat tanggapan luas dari masyarakat Iran, khususnya kaum perempuan. Dalam film keduanya ini, Ziba Mir-Hosseini mengisahkan bagaimana perempuan iran belajar menentang peraturan lama ditengah cepatnya perubahan yang terjadi di negaranya. Film menggambarkan seorang perempuan berusia 15 tahun yang mencari kebebasan, cita-cita di masa depan, dan pengalaman di tengah masyarakat yang menerapkan aturan dan standar ganda bila masalahnya dihadapkan dengan isu gender. Islam and Gender: the Religious Debate in Contemporary Iran merupakan karya tulis ilmiah yang menggentengkan masalah gender dari berbagai sudut pandang, ditulis sebagai wujud keprihatinan perempuan terhadap pratik yang terjadi selama ini di Iran.
Isu poligami dan nikah mut’ah akhir-akhir ini menjadi tema sentral gerakan perempuan iran yang semakin terbuka akibat modernisasi pendidikan yang terjadi. Selain itu, revolusi Iran 1979 berakhir di tangan kekuasaan rezim teokratik yang mampu memobilisasi bagian penting dari pemuda kota untuk kepentingan perang dengan Irak dan mewujudkan utopia Islam. Dua decade berikutnya muncullah bentuk baru gerakan politik-kultural dengan kecenderungan demokrasi, yang utamanya dibangun oleh tiga kelompok, yaitu kaum intelektual, para mahasiswa, dan kaum perempuan.

Peristiwa revolusi islam Iran, sebenarnya memengaruhi kehidupan umat islam di berbagai belahan dunia. Peristiwa tersebut memunculkan seberkas harapan dari awal kebangkitan islam sebab imam Khomeini sebagai figur ulama karismatik ternyata dipandang mampu menggulingkan kekuasaan rezim shah yang pro-Barat, secara revolusioner. Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan lainnya yang berpenduduk mayoritas muslim tidak urung mengikuti perkembangan kebangkitan islam di Iran tersebut sehingga membangkitkan simpati umat islam. Bagi Indonesia, hubungan dengan Iran adalah persaudaraan yang diikat oleh banyak kesamaan, terutama agama islam, lepas dari mazhab apa yang dianutnya. Bahkan, salah satu teori tentang masuknya islam di Indonesia adalah lewat jalur perdagangan dari Persia. Buku-buku kajian keislaman kontemporer yang bersumber dari sarjana iran, misalnya Ali syariati, Sayid Hosein Nasr, Murtadha Munthahari, atau Thaba’taba’I dikenal sebagai literatur Islamic Studies dan dipelajari oleh para mahasiswa secara terbuka. Dalam hal joint riset dan pendidikan, entah mengapa negara-negara islam, timur tengah, termasuk Iran, tidak menanganinya secara serius, seperti halnya yang dilakukan oleh negara-negara barat. Dalam jangka waktu lama, tentu saja hal ini akan menimbulkan asosiasi budaya.

Kurikulum Pendidikan

Sekolah Persiapan
Pada jenjang sekolah Persipan murid diajarkan mengenai belajar bahasa, pengantar matematika, dan konsep sains, lebih-lebih pada nilai-nilai agama dan kepercayaan. Selain itu juga meliputi tentang kegiatan ketrampilan seperti kerajinan tangan, menggunting, mancetak, menggambar, bercerita, bermain, dan berolahraga.

Sekolah Dasar
Fokus kurikulum pendidikan dasar adalah pada pengembangan ketrampilan dasar baca dan berhitung, studi lingkungan dalam tema fisik dan fenomena social, dan pembelajaran agama. Semua mata pelajaran dan buku pelajaran untuk sekolah dasar diputuskan dan disiapkan pada level pusat.

Sekolah Lanjutan Pertama
Kelompok agama minoritas melakukan pembelajaran khusus mereka dan terdapat daftar bacaan khusus untuk kelompok sunni. Diwajibkan untuk lulus semua mata pelajaran pada jurusan yang berbeda. Pembelajaran digunakan dengan bahasa Persia pada semua level. Untuk daerah bilingual, maka diadakan kursus satu bulan untuk mengajarkan kunci-kunci konsep bahasa sebelum tahun ajaran baru di mulai. Ujian dilakukan pada akhir kelas III yang diadakan oleh level kabupaten dan propinsi.

Sekolah Lanjutan Atas
Sekolah Lanjutan  atas diperuntukkan bagi siswa yang telah lulus sekolah menengah dasar. Mata pelajaran yang ditawarkan dikelompokkan dalam jurusan sebagai berikut:
·         Jurusan akademik: tujuan jurusan ini adalah mempromosikan pengetahuan umum dan budaya. Tedapat ujian akhir yang dikelola oleh tingkat nasional dan bagi siwa yang lulus mendapat ijazah diploma.
·         Jurusan teknik dan pendidikan kejuruan: Jurusan ini terdiri dari tiga bidang: teknik pertanian dan kejuruan.
·         Jurusan kar-danesh (knowledge skill):  Tiap kar-danesh mempunyai silabi yang dikembangkan di bawah secretariat pendidikan menengah proses pendidikan ini mencakup 400 ketrampilan, berbeda dengan jurusan yang lain. Pendidikan ini bersifat berbasis kompetensi. Siswa yang berhasil dianugrahi ijazah terampil tingkat II, dan diploma.


D.    Sketsa dan Sistem Pendidikan di Negara Irak

Karakteristik pendidikan di Irak dapat dikatakan sebagai betuk lembaga bercorak nasionalistik, dan progresif. Sebagai institusi pendidikan nasionalistik, maksudnya adalah untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme bagi generasi mudah bangsa, untuk menarik kembali tradisi Irak sebagai pusat kemajuan kebudayaan Arab dimasa lampau, dan mendorong masa depannya demi kesejahteraan manusia. Adapun demokratis, maksudnya adalah memberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan bagi setiap masyarakat tanpa mengenal kelas dan ras. Sementara itu, progresif maksudnya adalah mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman.

Sistem perjenjangan pendidikan di Irak tersusun dalam 3 tingkat, yaitu 6 tahun tingkat sekolah dasar serta 5 tahun sekolah menengah yang terbagi atas dua bagian, yakni 3 tahun pertama untuk sekolah menengah dan 2 tahun berikutnya untuk sekolah menengah lanjutan.
Kurikulum pada sekolah lanjutan pertama meliputi mata pelajaran agama, bahasa arab, bahasa inggris, matematika, biologi, fisika, kimia, olahraga, dan menggambar. Pada sekolah lanjutan tingkat kedua terdapat kursus khusus untuk siswa perempuan tentang pengasuhan anak. Adapun program pelajaran untuk siswa laki-laki terbagi dalam tiga bagian, yaitu sains, niaga, dan sastra.
Sistem perjenjangan adalah 6-3-2 tahun, sementara pendidikan tinggi ditempuh antara 4 sampai 6 tahun. Jadi sistem pendidikan di irak merupakan sistem anak tangga sederhana yang meliputi sekolah dari tingkat prasekolah sampai universitas. Pendidikan prasekolah berlangsung selama 2 tahun, dengan pendaftaran sejak usia 4 tahun. Jenjang pendidikan ini mendapat sedikit perhatian dari pmerintah pada pertengan tahun 1960-an hanya terdapat 15.000 murid yang terdaftar setiap tahunnya.
Departemen pendidikan menangani beberapa masalah, antara lain sebagai berikut.
1.      Pendidikan dasar, yang berlaku untuk semua anak usia sekolah;
2.      Pendidikan untuk orang dewasa;
3.      Pendidikan menengah dan kejurun;
4.      Pendidikan tinggi.

Pada tahun 1951 tanggung jawab untuk memimpin sekolah dasar dipindahkan dari Departemen Pendidikan ke pemerintah local (tingkat provinsi) di negara tersebut. Langkah desentralisasi pendidikan ini bertujuan untuk memberikan peluang pada daerah agar dapat lebih berpatisipasi dalam bidang pendidikan.
Pada pendidikan di Irak diatur dalam undang-undang pendidikan umum No.57 tahun 1940. Adminitrasi pendidikannya ditangani dan berada di bawa wewenang secara sentral oleh kementrian pendidikan yang menjadi anggota dewan menteri yang bertanggung jawab langsung kepada parlemen. Menteri, deputi menteri, dan Direktorat Jenderal Menteri dari Dewan Pendidikan melakukan supervisi langsung, pengawasan, dan adminitrasi semua lembaga pendidikan termasuk beberapa sekolah swasta yang mengikuti ketentuan kurikulum pemerintah; menetapkan kebijakan pendidikan; melakukan review dan menyetujui anggaran; menetapkan sendiri kurikulum dan buku teksnya; serta mengangkat semua tenaga pengajar dan adminitrasi. Tiap provinsi irak memiliki direktur pendidikan sendiri yang berhak mengatur urusan adminitrasi pendidikan secara local. Sejak tahun 1968 ada upaya memberikan kewenangan kepada provinsi agar lebih bertanggung jawab dengan jalan pemberian tugas adminitrasi yang bersifat desentralisasi, khususnya pada jejang pendidikan dasar.

Pendidikan umum di irak diberiakan secara Cuma-Cuma untuk semua tingkat, biaya seluruhnya ditanggung oleh negara. Hampir 60 % anggaran pendidikan dibiayai oleh menteri pendidikan dan 40 %nya berasal dari kontribusi menteri perencanaan. Sekitar 25% APBN-nya disediakan untuk dana pendidikan.

1.      Pendidikan Dasar

Kementerian pendidikan merasakan bahwa tanggung jawab utamanya adalah memperluas pendidiak dasar sesegera mungkin, mengingat terdapat 40% anak usia sekolah yang masih belum terdaftar. Walaupun pembangunan gedung sekolah baru belum memenuhi kebutuhan bagi pendidikan, lebih dari 1.500 gedung SD telah dibangun sejak tahun 1964. Program pemerintah yang bertujuan untuk memperluas pendidikan dasar telah berhasil. Hal itu telah tampak fakta bahwa pada pertengan tahun 1960-an terdapat 85% anak laki-laki dan 38 persen anak perempuan usia sekolah dasar yang telah tedaftar.
Pendidikan dasar wajib diikuti dan berlangsung selam 6 tahun, jika muridnya berhasil. Seluruh irak memberlakukan kurikulum standar meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menyediakan pelatihan pertanian secara prkatis disekolah-sekolah dasar pedesaan. Namun karater kurikulum yang amat berorientasi tradisional dan banyak waktu pelajaran dikelas yang dihabiskan untuk belajar bahasa arab klasik, kajian alqur’an dan islam, penanaman cara berpikir yang benar, cita-cita tinggi, serta rasa identitas dan kesetiaan bangsa yang kuat.
Pola pengajaranya sebagian besar merepresentasikan fakta yang harus dihafal oleh siswa tanpa daya kritis. Ujian menjadi amat penting. Keberhasilan siswa pada jenjang dasar, juga jenjang lanjutan, hampir seluruhnya ditentukan oleh hasil ujian Bacaloriat yang diadakan diseluruh negeri dan dilaksanakan pada akhir sekolah dasar yaitu pada waktu kelas enam.

Meskipun kehidupan konservatif masih tetap bertahan bagi kebanyakan keluarga muslim (terutama didaerah pedesaan) mereka menghindari berkembangnya co-education di Irak, kecuali ketika berada ditingkat universitas. Lebih dari sepertiga SD yang ada menerapkan koedukasi. Kebanyakan sekolah ini adalah sekolah prempuan yang terletak di kota besar dengan staf pengajar perempuan, dan disitu sedikit murid laki-laki yang diterima atau sebaliknya sekolah lelaki yang berada di kota, yang terlalu kecil lahanya  untuk menampung dua jenis sekolah dasar, atau sekolah tanpa guru perempuan yang menjadi staf pengajar bagi sekolah perempuan. Dengan demikian, dibeberapa daerah koedukasi terjadi karena kondisi “terpaksa”.

2.      Pendidikan menengah

Pendidikan menengah di irak dibagi kedalam tingkat intermediate dan preparatory, yang masing-masing berlangsung selama tiga tahun. Pada mulanya sekolah menengah dirancang untuk menyiapkan alumni sekolah dasar bagi pelayanan pemerintah atau masuk ke universitas. Sejak tahun 1950 pendidikan menengah dibagi menjadi program sekolah umum dan kejuruan.
Dalam program sekolah umum, para murid mengikuti kurikulum umum selama tiga tahun pertama ketika berada disekolah intermediate. Para pelajar meneruskan mata pelajaran yang disampaikan di sekolah dasar, lalu diperkenalkan denga mata pelajaran matematika dan fisika. Para pelajar yang sukses bersaing dalam pelajaran  intermediate ini dapat masuk kesekolah preparatory, selama tiga tahun, dan disini mereka dapat memilih kurikulum sastra ataukah ilmiah. Kurikulum ilmiah dirancang untuk menolong menguragi keterbatasan yang takut dari lulusan sekolah tinggi yang telah terlatih dalam pelajaran teknis. Program sekolah menengah umum tetap menjadi aliran dalam pendidikan menengah di Irak.

Karena kebutuhan mendesak bagi tenaga kerja terampil, pengrajin, dan para ahli teknik, menteri pendidikan mendorong perkembangan pelatihan vokalsional. Pada tahun 1967 sekitar 36 sekolah  kejuruan di irak setiap tahunnya melatih lebih dari 8000 murid, 16 sekolah diantaranya mengajarkan ekonomi keluarga, khusus bagi pelajar perempuan. Murid-murid sekolah kejuruan bisa memilih 4 program yang ditawarkan, yaitu pertanian ekonomi industri, ekonomi keluarga dan niaga. Pada tiga bidang pertama, para murid diperkenankan untuk mengikuti program pendidikan selama 6 tahun penuh setelah berhasil bersaing dalam ujian tingkat dasarnya. Adapun murid disekolah jurusan niaga harus menyelesaikan tingkat intermediate dalam sekolah menengah umum sebelum diterima dalam program pendidikan dua tahun. Kurikumlum pada setiap sekolah dibuat menurut kebutuhan niaga tetapi berbagai upaya dilakukan untuk memelihara keseimbangan yang baik antara studi teoretis dan amplikasi praktis dalam ilmu pengetahuan. Korikulum komirsial (niaga)meliputi pelatihan accounting, hukum dagang, aritmatika, surat menyurat, ekonomi, mengetik dan bahasa inggris. Dalam hubungannya dengan pelajaran umum kurikulum pertanian sama dengan ekonomi keluarga dan ekonomi industri, yakni bahwa para murid di ketiga jurusan tersebut diberi latar belakang yang kuat dalam mata pelajaran budaya umum, seperti agama, bahasa arab, bahasa inggris, pengetahuan umum dan matematika, serta pertolongan pertama dan kesehatan. Mata pelajaran khusus bagi murid pertanian meliputi teori dan praktek produksi tanaman dan hewan, tanah, irigasi, pengolahan sawah dan ekonomi. Pada lulusan sekolah kejuruan menerima serifikas tanda lulus menengah. Banyak diantaranya melanjutkan disekolah tinggi akutansi dan adminitrasi bisnis, sekolah tinggi pertania, atau sekolah tinggi perempuan di universitas bagdad atau keinstitut teknik sipil tinggi dalam ilmu sosial, menteri kesehatan mengatur pelajaran perawatan selama tiga tahun bagi para murid yang telah menyeleesaikan pendidikan intermediante.

3.      Pendidikan swasta

Pendidikan swasta memaikan peran penting, tetapi kian merosok pengaruhnya di irak dibawah undang-undang Irak, para orang tua dilarang mengirim putra putrinya masuk ke sekolah dasar swasta. Akibatnya lembaga pendidikan swasta di irak hanya ada pada level menengah atau tinggi. Sekolah swasta Irak dan sekolah asing umumnya mengikuti kurikulum pemerintah dan harus sesui dengan pengaturan negara tentang kualifikasi guru, buku teks, dan ujian. Sekoalah swasta  memberi penekan lebih pada bahasa asing dan berkosentrasi pada pelajaran bahasa inggri meskipun begitu, bahasa pengantar di semua sekolah dasar dan menengah di irak menggunakan bahasa arab. Adapun bahasa inggris diajarkan sebagai bahasa kedua ditingkat lima hingga sebelas. 
Setelah perang Arab-Israel pada tahun 1967, sekolah tinggi baghdad yang diselenggarakan oleh kaum Jesuit, yakni sekolah persiapan (preparatory) dan universitas al-hikmah di ambil alih oleh pemerinta irak. Sekolah Jesuit pun disingkirkan. Walaupun saat ini dikelolah oleh universitas Baghdad, sekolah-sekolah tersebut tetap menggunakan pengantar bahasa inggris.

4.      Pendidikan Guru

Agar dapat melatih ribuan guru, dibutuhkan staf sekoalah dasar (primary), menengah (intermediante), dan persiapan (preparatory). Itulah sebabnya menteri pendidikan telah membuka sejumlah institute pelatihan guru, lebih dari 30 sekolah menawarkan kuliah 3 tahun bagi lulusan  sekolah menengah yang hendak mengajar di sekolah dasar. Lulusan sekolah persipan juga bisa melengkapi kuliahnya hanya dalam waktu 2 tahun. Kurikulumnya meliputi sejumlah mata pelajaran akademik umum dan kuliah khusus pedagogis. Di akhir tahun para mahasiswa melakukan latihan mengajar dibawah pengawasan ketat para guru yang berpengalaman. Pelatihan bagi para guru sekolah mengah  dilayani di institute tinggi pelatiahan guru yang sekarang telah menjadi bagian universitas Baghdad. Para guru sekolah persiapan di rekrut dari kalangan lulusan sekolah tinggi pendidikan dan seklolah tinggi perempuan di baghdad. Akan tetapi, gelar B.A atau B.S, dari sekolah tinggi lain juga dipandang telah memenuhi kualifikasi mengajar di tingkat sekolah persiapan. Sekolah tinggi seni di universitas di Baghdad melatih para guru sekolah dasar, menengah, dan pesipan dalam program 3 tahun. institut tehnik tinggi di Baghdad menyediakan kuliah pelatihan guru selama 4 tahun bagi guru sekolah tehnik dan kejuruan. Pembelajaran tahun kelima dalam pelatihan ini diberikan melalui metode praktik mengajar disekolah-sekolah tersebut, yang bisa di ambil oleh mahasiswa pilihan.

5.      Pendidikan Kaum Dewasa

Irak yang rata-rata anka buta hurufnya sekitar 50% mengakui perlunya peningkatan kaum dewasa (adult education). Upaya ini secara tidak resmih telah berjalan sejak tahun 1922 lalu pada tahun 1929 program pendidikan bagi kaum dewasa ini diambil alih oleh menteri pendidikan, walaupun program umumnya berkaitan dengan pelayanan pelatihan baca tulis, usaha yang sukses juga telah dicapai dengan memasukan pelatihan kesehatan, masalah, sosiokonomi, agama, dan aritmatika sebagai materi. Bagi kaum perempuan ada pelajaran ekonomi keluarga, perawatan anak kesehatan seni merajut dan menjahit. Program ini telah diperluas, khusunya bagi  wilaya pedesaan.

6.      Pendidikan Tinggi

Perkembangan pendidikan tinggi di irak telah dimulai sejak kekuasaaan kaum sumeriam sekitar 2000 tahun SM. Sebuah lembaran yang terbuat dari tanah liat yang dikeringkan yang berasal dari periode tersebut ditemukan berisi daftar pendek coefficient dan tiga masalah aljabar; dua diantaranya masalah tersebut mengarah pada persamaan kuadrat. Di bawah pemerintahan abbasia, sekolah tinggi kedokteran didirikan di baghdad pada tahun 931 m. pendidikan universitas modern secara resmi telah diatur dalam undang-undang No. 60 tahun 1956 yang menyebutkan pendidikan universitas di Baghdad. Universitas ini secara sah berada dalam pengawasan langsung dewan menteri, tetapi kenyataannya merupakan swantantra, yakni struktur adminitrasinya di tangani oleh dewan universitas yang meliputi rector universitas, pembantu rector, para dekan sekolah tinggi, sebagian guru besar beserta perwakilan dari menteri pendidikan. Posisi rector adalah independent  secara penuh dan bertanggungjawab dalam urusan akademik, adminitrasi, dan keuangan universitas. Biaya tunjangan dan universitas seluruhnya ditanggung oleh pemerintah. Rata-rata program studinya selesai ditempuh dalam jangka waktu 4 tahun.
Adapun kuliah disekolah tinggi kedokteran ditempuh selama 6 tahun; 5 tahun studinya dipersyaratkan untuk dilalui disekolah tinggi arsitektur, kesehatan gigi, farmasi, dan kedokteran hewan. Kuliah program pendek bisa ditempuh disekolah tinggi dagang (komersial) bahasa inggris merupakan bahasa instruksional bagi sekolah tinggi kedokteran di universitas Baghdad dan bagi sekolah tinggi teknik di universitas mosul. Hal tersebut dominan sekali meskipun bukan merupakan bahasa eksklusif bagi pembelajaran disekolah tinggi kesehatan gigi, farmasi, tehnik, sains, dan kedokteran hewan di universitas Baghdad; disemua sekolah tinggi lain di universitas mosul, serta di sekolah tinggi tehnik dan sains di universitas bahsra.


BAB III
PENUTUP




A.    Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang penulis ambil dari inti pokok makalah ini, bahwa dalam ilmu Perbandingan Pendidikan Islam digunakan konsep-konsep pemahaman Sketsa Pendidikan di Negara Islam (Mesir, Saudi Arabia, Iran, Irak), untuk bisa mengetahuinya.

Sistem pendidikan di Negara Mesir, Saudi Arabia, Iran, dan Irak :
Ø  Segi Jenjang Pendidikan sama, namun penamaannya berbeda.
Ø  Segi Kurikulum berbeda, di Mesir menonjolkan antara pendidikan agama dan umum, Saudi Arabia lebih menonjolkan pendidikan agama di bandingkan pendidikan umum, di Iran menonjolkan antara pendidikan agama, umum dan budaya, , di irak menonjolkan pendidikan agama di bandingkan pendidikan umum.
Ø  Segi tanggung jawab pendidikan, di Mesir ditangani oleh Kementrian Pendidikan Negara saja, Pendidikan di Saudi Arabia ditangani oleh dua departemen. Pendidikan di Iran di pegang oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Pendidikan di Irak di bawah tanggung jawab Kementerien Pengajaran.


B.     Saran

Makalah ini masih terbatas untuk rujukan bahan pengetahuan, olehnya itu, kepada para pembaca agar melihat referensi lain yang terkait dengan pembahasan makalah ini sebagai bahan kajian ilmu untuk pembaca tentang  sketsa pendidikan di beberapa negara islam yang valid. Sekali lagi, masukan dari pembaca, baik berupa saran ataupun kritikannya dengan hati yang lapang, tangan yang terbuka kami terima tentunya yang sifatnya membangun. Semoga makalah ini dapat bernilai guna dan bernilai ibadah di sisi Rab semesta alam.


DAFTAR PUSTAKA



Drs. Abd. Rahchman Asssegaf, M.A, Internasionalisasi Pendidikan, Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat, Gama Media, Yogyakarta, 2003

Prof. Dr. Drs. H. Agustian Syah Nur, MA, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, Lubuk Agung, Bandung.
Mahmud Yunus, Perbandingan Pendidikan Modern di Negara Islam dan Intisari Pendidikan Barat, (Jakarta : CV. Al-Hidayah. 1968), cet. Ke-1, hal. 99.

Aminuddin Rasyad, Sistem Pendidikan di Perancis, 2000, Makalah Seminar Kuliah Perbandingan Pendidikan Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullha Jakarta, 9 Oktober 2000, hal.17.

Mukti Ali, Sistem Pendidikan di Kamboja, 2000, Makalah di Seminarkan pada Mata  Kuliah Perbandingan Pendidikan Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 4 Desember 2000, hal.1.