Selasa, 04 November 2014

MAKALAH ESKATOLOGI ISLAM



Mata Kuliah : Filssafat Islam
MAKALAH
ESKATOLOGI ISLAM


Disusun Oleh :

Kelompok 3

Semester : V (Lima)



Dosen Pembimbing
Muh. Ridwan, S.Ag.,MA


JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON
2013/2014



KATA PENGANTAR



Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberi kita taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul Eskatologi Islam. Untuk memenuhi tugas mata kuliah FILSAFAT ISLAM pada Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kami khususnya, dan segenap pembaca umumnya. Kami menyadari bahwa paper ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk menuju kesempurnaan makalah ini.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersusah payah membantu hingga terselesaikannya penulisan makalah ini. Semoga semua bantuan dicatat sebagai amal sholeh di hadapan Allah SWT. Amin.



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Agama-agama yang di syari’atkan Allah kepada kita itu adalah sebagaimana yang pernah di wasiatkan kepada Rasul-rasulnya yang dahulu-dahulu , yakni agama yang merupakan pokok-pokok aqidah dan tiang-tiang atau rukun-rukun keimanan. Allah telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para nabi degan tujuan memberikan petunjuk untuk manusia agar dapat menempuh jalan yang lurus, bijaksana dan di ridhai Tuhan. Di dalam Al-Qur’an juga telah dijelaskan tentang beberapa hal diantaranya adalah tentang hari kiamat, kita wajib meyakini dan mempercayai hari kiamat tersebut. Dan di dalam alam ini  Allah juga telah menciptakan makhluk yang tidak dapat dilihat oleh manusia contohnya: Malaikat, Jin, dan ruh. Dan penjelasan tentang hal-hal ghaib maupun hari akhir semuanya telah di jelaskan ke dalam kitab Allah yang di turunkan kepada nabi Muhammad yakni kitab Al-Qur’an.

B.     Rumusan Masalah

1.     Apa saja kitab-kitab ALLAH yang diturunkan kepada Nabi
2.     Pengertian dari Malaikat, Roh, dan Jin
3.     Apa yang dimaksud dengan Eskatalogi?
4.     Apa saja Tanda-tanda hari kiamat?

C.     Tujuan Penulis


Tujuan dari makalah ini selain untuk memenuhi tugas kuliah pada mata kuliah ilmu kalam, juga untuk memberikan pengetahuan tentang apa saja kitab-kitab yang di turunkan ALLAH dalam makalah ini kami juga menjelaskan tentang pengertian dari malaikat, roh, dan jin yang mana semua itu di ciptakan oleh ALLAH  SWT serta kami menjelaskan tentang eskatalogi (Hari Kiamat), serta tanda-tanda hari kiamat.



BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Al-Qur’an

Kitab Allah yang wajib diimani oleh umat Islam ada empat. Kitab Allah adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rosul. Diantara nya yaitu Al-Qur’an ,Zabur,Taurat,dan Injil. Sebagaimana Firman Allah dalam QS.An Nisa 4;163 “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikann Zabur kepada Daud”
  • TAURAT (TORAH)
Ditulis dalam bahasa Ibrani diperuntukan bagi bangsa Israel. Didalam nya berisi tentang syariat(hukum) ,kepercayaan yang benar, kitab taurat juga berisikan tentang sejarah-sejarah para nabi sebelum nabi Musa sampai pada nabi Musa. Allah berfirman “(Tuhan) Allah telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya lagi menurunkan Taurat dan Injil” (QS. Ali Imron:3)
  • ZABUR (MAZMUR)
Kitab Zabur inni berisi Mazmur (Pujian bagi Tuhan) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qibti.Kitab ini tidak mengandung syariat karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang di bawa oleh Musa.
Allah Berfirman : “Dan kami telah memberi kitab Zabur kepada Nabi   Dawud”
  • INJIL
Kitab Injil pertama ditulis dengan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa. Injil yang ada saat ini berisi tentang firman Allah dan riwayat Isa, yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa. Sebagaimana firman Allah Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Ma’ida 5:46)
  • AL-QUR’AN
Al-Qur’an diturunkan sebagai pelengkap dan penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Dan sebagai pedoman hidup manusia sampai akhir zaman. Diturunkan pada Nabi Muhammad saw, pada bulan Ramadhan sebagai mana firman Allah Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. ” (Al-Baqarah;185)

B.     Definisi Malaikat

            Kata “angel” dating dari bahasa latin “angelus” yang dipinjam dari bahasa Yunani “angelos”(kurir) Dalam bahasa Arab kata itu adalah “malak” atau jamaknya “mala’ikat”. Akar kata arab “alaka” yang artinya “menyampaikan pesan”, menegaskan hubungan etimologis dengan fungsi pesuruh Allah dalam bahasa semitis. Malaikat adalah utusan-utusan Allah untuk berbagai fungsi. Al Qur’an menyatakan: “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua,tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS.Fathir [35] :1)
            Banyak ulama berpendapat bahwa malaikat adalah makhluk halus yang diciptakan Allah dari cahaya yang dapat berbentuk dalam aneka bentuk, taat mematuhi perintah Allah, dan sedikitpun tidak pernah membangkang. Sedang Muhammad Sayyid Thanthawi mengatakan bahwa malikat adalah tentara Allah. Tuhan menganugrahkan kepada mereka akal dan pemahaman, menciptakan bagi mereka naluri untuk taat, serta memberi mereka kemampuan untuk berbentuk dengan berbagai bentuk yang indah dan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an; “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirirmu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS.At-Tahrim [66]:6) adapun malaikat tercipta dari cahaya,tidak ditemukan penjelasannya dari Al-Qur’an. Berbeda dengan jjin yang secara tegas dinyatakan oleh QS. Ar-Rahman [55];15, bahwa ia diciptakan Allah dari bara api yang menyala. Informasi tentang asal kejadian malaikat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibn Majah melalui istri nabi Aisyah ra yang menyatakan bahawa Rasul saw, bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api yang berkobar, dan Adam (manusia) sebagaimana telah dijelaskan pada kalian”

C.    Jumlah Malaikat

            Malaikat Illahi sungguh banyak, tidak terhitung jumlahnya, kecuali oleh Allah sendiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berbunyi; “Neraka Jahannam pada hari kiamat memiliki tujuh pulh ribu kendali, setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat” (HR.Muslim) Imam Bukhari meriwayatkan ketika Nabi saw bertanya kepada malaikat Jibril tentang Bait Al-Ma’mur malaikat Jibril menjelaskan bahwa: “Ini adalah al-Ba’it al-Ma’mur setiap hari,tujuh puluh ribu malaikat shalat disana dan yang telah shalat tidak kembali sesudahnya.” Dalam ajaran agama terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari seluruh jumlah malaikat yang tidak kita ketahui, diantaranya yaitu:
1.      Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu, ia merupakan pimpinan para malaikat, ia juga yang menemani Nabi Muhammad Saw saat melakukan Isra’ Mi’raj
2.      Malaikat Mikail yang bertugas sebagai menyampaikan rizki kepada manusia
3.      Malaikat Israfil bertugas meniup terompet saat hari kiamat
4.      Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa
5.      Malaikat Ratib bertugas mencatat amal baik manusia
6.      Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk manusia
7.      Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyai di alam kubur
8.      Malaikat Malik berrtugas menjaga pintu neraka
9.      Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga

D.    Kemampuan Malaikat

“Tiada satu pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan tertentu” (QS. Ash-Shaffat[37];164)  informasi tentang adanya peringkat-peringkat malaikat ditemukan juga dalam as Sunnah. Antara lain adalah:
1.      Mampu berbentuk sebagai manusia. Dari Al-Qur’an ditemukan sekian ayat yang menjelaskan bahwa malaikat mengambil bentuk manusia. Maryam ibunda as, juga pernah dikunjungi Jibril dalam bentuk pria: “Kami mengutus ruh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna” (QS. Maryam [19];17)
2.      Tidak berjenis kelamin. Kaum musyrikin menduga, bahwa para malaikat berjenis kelamin wanita. Al-Qur’an menolak keyakinan tersebut antara lain dengan firman-Nya: “Tanyakanlah kepada mereka (orang-orang kafir Mekah); ‘Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan menyaksikan (nya). Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar ,mengatakan: ‘Allah beranak’ Dan sesungguhnya, mereka benar-benar orang yang berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana(caranya) kamu menetapkan? Maka, apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?” (QS.Ash-Shaffat[37]:149-156)
3.      Tidak makan dan minum.
4.      Tidak jemu beribadah dan tidak juga letih. Sebagaimana dalam Al Qur’an di sebutkan “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya” (QS.Al-Anbiya’ [21]:20)
5.      Tidak melakukan dosa.

E.     Definisi Jin

Ada tiga pendapat mengenai definisi jin:
a.       Pertama memahami jin sebagai potensi negative manusia. Menurut paham ini, malaikat adalah potensi positive dan jin negative. Jika malaikat mengarahkan manusia ke arah kebaikan lain halnya dengan jin yang mengarahkan manusia pada keburukan Tidak dapat disangkal lagi bahwa dalam diri manusia ada potensi positif dan negative. Al-Qur’an sendiri menegaskan “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya” (QS. Asy-syams : 8)
b.      Kedua Rasyid Ridha menulis dalam tafsirnya, Al- Manar para teolog berpendapat bahwa jin adalah makhluk-makhluk hidup dan bersembunyi.
c.       Ketiga Ahmad Khan memahami jin sebagai jenis makhluk manusia liar yang belum berperadaban yang hidup di hutan-hutan, atau tempat-tempat terpencil di pegunungan.
Pendapat Ahmad Khan ini ditentang oleh Al-Maududi, pakar Islam kontemporer asal Pakistan. Dia berpendapat Jin adalah makhluk-makhluk yang berbeda dengan manusia bukan manusia yang terbelakang. Sedangkan menurut dalam Da’irat Ma’arif Al-Qarn Al-Isyrin, Muhammad Farid Wajdi, sastrawan Mesir menuliskan bahwa jin dalam pandangan kaum Muslimin adalah makhluk yang bersifat hawa (udara) atau api, berakal, tersembunyi, dapat berbentuk dengan berbagai bentuk, mempunyai kemampuan-kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan berat. Berbeda dengan keterangan ini, Sayyid Sabiq, seorang ulama Mesir Kontemporer mendefinisikan jin sebagai sejenis ruh yang berakal, berkehendak, mukallaf (dibebani tugas-tugas oleh Allah) sebagaimana bentuk materi yang dimiliki manusia yakni luput dari jangkauan indra, atau tidak dapat terlihat sebagaimana keadaannya yang sebenarnya atau bentuknya yang sesungguhnya dan mereka mempunyai kemampuan untuk tampil dalam berbagai bentuk.

            Begitu banyak definisi tentang pengertian jin menurut para pakarnya. Dan selanjutnya mari kita simak wawasan Al-Qur’an tentang jin. Jin terdiri dari rangkaian-rangkaian huruf jim dan nun yang mengandung makna ketersembunyian atau ketertutupan. Tidak dapat terjangkau oleh indra manusia. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa jin adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak diketahui bentuknya tapi wajib dipercaya ada dan mereka tersembunyi serta tercipta dari api. Sebagaimana firman Allah: “Dia (Allah menciptakan jann dari nyala api) dan diantara mereka ada yang taat kepada Allah dan ada yangn membangkang”(QS. Ar-Rahman [55]:15) jin pun pernah berkata dan diabadikan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya di antara kami ada yang shaleh dan diantara kami ada pula yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda” (QS.Al-Jinn[72]:11) dan jin yang membangkang ini disebut dengan setan dan iblis “setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin sebagian dari mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)”(QS.Al-An’anm[6]:112) “Iblis (enggan sujud) Dia adalah dari golongan jin” (QS.Al-Kahf [18]:50)

F.     Tempat Dan Waktu Yang Disukai Jin

            Makhluk ini dapat hidup di planet bumi, Al Qur-an tidak menjelaskan dimana namun dapat kita simak dalam firman Allah “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan” (QS. Al-Baqarah[27:36]) mereka juga mempunyai kemampuan hidup berada diluar planet bumi berdasarkan ucapan mereka “Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinyapenuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya) Tetapi sekarang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)” (QS. Al-jinn [72]:8-9)
            Ada beberapa tempat yang disukai oleh jin diantaranya toilet, pegunungan, lautan, pasar, dan atap rumah juga disebut-sebut dalam berbagai riwayat sebagai tempat-tempat yang disukai jin. Ibn Tamiyah menuliskan bahwa jin banyak berada di tempat-tempat kumuh, yang di dalamnya terdapat najis, seperti di tempat pembuangan sampah dan kuburan. Dan jin berkeliaran pada saat menjelang matahari terbenam dan pada waktu-waktu gelap. Dalam shahih Bukhari dan Muslim, sahabat Nabi Jabir Ibn’ Abdillah ra, berkata bahwa Rasulullah SAW, bersabda: “Jin dapat menyerupai apa pun, namun jin tidak dapat menyerupakan dirinya dengan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabdanya” saat jin mengambil aneka bentuk ketika itu ia tidak dapat melepaskan hukum alam yang berkaitan dengan bentuk yang diambilnya. Berikut diatas adalah definisi tentang jin yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena pengetahuan manusia sangat terbatas tentangnya sebagaimana firman Allah “Tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (QS.Al-Isra’ [17]:88)

G.    Pengertian Roh

Para ulama berpendapat bahwa hakikat roh tidakmungkin bisa diketahui. Pengetahuan tentang roh ini khusus bagi Allah, artinya hanya Allah yang mengetahuinya. Oleh karena itu tidak mungkin kita membuat definisi atau batasan tentang hakikat roh. Allah telah memberikan penjelasan bagi orang-orang yang bertanya tentang roh, bahwa mereka hanya diberi sedikit ilmu yang tidak akan cukup untuk mengungkapkan hakikat roh itu. Allah berfirman: “Dan mereka bertanya kepada mu tentang roh. Katakanlah,''roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikkit.”(QS.Al-Isra:85) meskipun demikian, hal itu tidak mengurungkan niat para ulama untuk membuat definisi tentang roh. Mereka mengatakan bahwa roh adalah materi yang berbeda dari materi yang bisa dilacak indra ia merupakan jenis cahaya peringkat tinggi yang sangat halus, hidup dan bergerak pada seluruh anggota badan, mengalir seperti air pada bunga, minyak pada pohon zaitun, atau api dalam bara. Selama tubuh bisa menerima pengaruh roh yang melimpah, maka roh terjalin dengan tubuh dan timbul kehendak. Jika tubuh rusak ia tidak bisa lagi menerima pengaruh roh sehingga roh meninggalkan badan dan terpisah menuju alam roh, definisi tersebut sesuai dengan Al-Qur'an, Sunnah, Ijma sahabat, Rasio, dan Fitrah.Tidak ada yang tahu apa roh itu, bagaimana ia datang, bagaimana ia pergi, dimana ia berada, akan kemana perginya? Manusia tidak mengetahui tentang roh kecuali yang diungkapkan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Isra:85.

H.    Tingkatan Roh
  1. Tingkatan pertama adalah Arruh Al-hassas yaitu, roh yang mnerima sesuatu yang disampaikan oleh panca indra. Roh tingkatan ini ada pada anak usia menyusui.
  2. Tingkat kedua adalah Arruh Al-Khayali yaitu, roh yang menyimpan segala sesuatu yang disampaikan panca indra, menampungnya, dan menjaganya untuk disampaikan ketika diperlukan. Roh khayali tidak terdapat pada usia anak menyusui,karena itu kita sering melihat anak usia menyusui menginginkan suatu benda untuk diambilnya, namun ketika bendda itu tidak ada dihadapannya ia melupakan nya.
  3. Tingkat ketiga adalah Arruh Al-Aqlii yaitu, roh yang dengannya manusia dapat mengetahui pengertian-pengertian diluar indra dan khayal. Roh ini merupakan elemen manusia yang paling spesifik.
  4. Tingkat keempat adalah Arruh Al-Fikri yaitu, roh dengannya logika bisa didapatkan.
  5. Tingkat kelima adalah Arruh Al-Qudus Al-Nabawi yaitu,roh khusus pada para nabi.
I.       Hubungan Roh Dengan Tubuh

Ada lima macam hubungan antara roh dan tubuh:
  1. Hubungan roh dengan tubuh pada waktu didalam perut ibu,sebagai janin.
  2. Hubungan roh dengan tubuh setelah lahir di muka bumi.
  3. Hubungan roh dengan tubuh pada waktu tidur. Dari satu sisi terlihat ada hubungan, dan disisi lain terpisah.
  4. Hubungan roh dengan tubuh di alam barzakh.
  5. Hubungan roh dengan tubuh pada saat kebangkitan.
J.      Tempat Roh Setelah Mati

Ibnu Qayyim berpendapat roh itu ada di alam barzakh pada tempat yang berbeda-beda:
  1. Roh dalam tingkatan paling tinggi dalam lingkungan para malaikat: yaitu roh para Nabi. Tempat mereka tidak sama, sebagaimana dilihat Rasulullah saw pada malam Isra.
  2. Roh dalam tembolok burung hijau yang terbang kemana saja di dalam surga: yaitu roh sebagian para syuhada (tidak seluruhnya). Sebagian roh para syuhada tertahan ada yang terhalang masuk surga disebabkan oleh hutang yang belum dibayarnya.
  3. Roh yang terkurung di pintu surga, sebagaimana diungkapkan hadits lain: “aku melihat temanmu terkurung di atas pintu surga”
  4. Roh yang terkurung dalam kuburnya.
  5. Roh yang menempati pintu surga: sebagaimana diungkapkan dalam hadits riwayat Ibnu Abas: “Para syuhada di atas sungai yang berkilauan di pintu surga, di menara hijau.” berbeda dengan Ja'far Bin Abi Thalib yang kedua tangannya diganti Allah dengan dua sayap untuk terbang kemana saja yang ia kehendaki di dalam surga.
  6. Roh yang terkurung di bumi, tidak naik ke lingkungan para malaikat, karena ia termasuk roh bumi lapisan bawah. Roh yang rendah ini tidak dapat berkumpul dengan roh yang taraf tinggi. Roh ini ketika hidup di dunia tidak mengenal Tuhan, tidak mencintai-Nya, tidak dzikir kepada-Nya, dan tidak mendekatkan diri kepada-Nya adalah roh lapisan bawah bumi. Setelah meninggal pun, ia tidak akan beranjak dari situ.
  7. Roh dalam tungku tukang zina dan roh yang berenang dalam sungai darah sambil menelan batu-batuan.
Roh baik yang berbahagia maupun yang menderita, tidak menempati satu tempat. Ada yang dipuncak Illiyyin, dan ada pula yang berada di lapisan bawah bumi, tidak beranjak dari situ.

K.    Eskatalogi Dan Bentuk-Bentuknya

Eskatologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  Eschatos yang berarti "terakhir" dan logi yang menuju kengerian yang mencekam itu.
Eskatalogi berarti "studi tentang" adalah bagian dari teologi dan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa terakhir dalam sejarah dunia, atau nasib akhir dari seluruh umat manusia, yang biasanya dirujuk sebagai kiamat . Dalam pengertian yang lebih luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep yang diajarkan kaitanya  seperti , akhir zaman, dan hari-hari terakhir.

Bahwasanya hari kiamat adalah termasuk hal yang ghaib, yang mana agama -agama semuanya menuntut kepada kita  untuk mempercayainya dan beramal karenanya serta mempersiapkan untuknya. Hari itu pasti akan  datang dan terjadi di masa yang akan datang, sudah dekat atau masih lama. hari kiamat itu didahului dengan musnahnya alam semesta ini. Jadi pada hari itu akan matilah seluruh makhluk yang masih hidup. Bumi pun akan berganti bukannya bumi atau langit yang sekarang ini. Selanjutnya Allah menciptakan alam lain yang disebut alam akhirat. disitulah seluruh makhluk akan dibangkitkan yakni dihidupkan lagi setelah mereka mati. ruhnya dikembalika dalam tubuhnya dan dengan demikian mereka akan mengalami kehidupan yang kedua kalinya setelah dibangktkan lalu setiap jiwa akan dihisab seluruh amalannya baik yang berupa kebaikan atau keburukan.
Oleh sebab itu, amka barang siapa yang kebaikannya dapat melebihi keburukannya tentulah oleh Allah akan dimasukkan ke dalam surga, sedangkan barang siapa yang keburukannya lebih banyak dari kebaikannya, maka akan dimasukkan oleh Allah ke dalam neraka.

Beberapa Pendapat Tentang Hari Kiamat
Surat Al Qalam (Nun):
tPöqtƒ ß#t±õ3ム`tã 5-$y tböqtãôãƒur n<Î) ÏŠqàf¡9$# Ÿxsù tbqãèÏÜtGó¡tƒ ÇÍËÈ   ºpyèϱ»yz öNèd㍻|Áö/r& öNßgà)ydös? ×'©!ÏŒ ( ôs%ur (#qçR%x. tböqtãôムn<Î) ÏŠqàf¡9$# öNèdur tbqßJÎy ÇÍÌÈ  
Artinya:
. pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; Maka mereka tidak kuasa
 (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. dan Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam Keadaan sejahtera(Qs. Al-Qalam: 42-43).
Di sini terlintas dalam angan-angan sebuah pemandangan yang jelas dari pemandangan-pemandangan hari kiamat. Mereka yang ketika di dunia dahulu telah di seru untuk bersujud tetapi tidak mengindahkannya lantaran beranggapan bahwa hari kiamat itu tidak akan pernah ada dan kini ketika mereka di seru kembali, ternyata mereka tidak mampu melakukannya, meski mereka telah berupaya sekuat tenaga. Maka sebenarnyalah bahwa seruan untuk bersujud itu hanya mengolok-olok dan menghinakan mereka semata. Telah berlalu masa untuk mengulangi apa yang telah di lewatkan, sehingga tidak mungkin mereka bersujud. Baik lantaran telah berlalunya masa yag di tuntut, ataupun karena kengerian yang menyelimuti dan melemahkan mereka untuk bergerak. Mereka seluruhnya menundukkan kepala, tunduk dan khusyu'  orang-orang yang hina, yang ketika di dunia enggan khusyu' beribadah. Jadi, amat sesuailah balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
Kengerian suasana di sini adalah kengerian jiwa yang hidup, yang terefleksi dari bayang-bayang kejiwaan, yang di temukan pada suasana orang-orang hidup. Yakni, mereka semuanya menunduk karena diliputi kehinaan, sambil menerima cercaan dan hinaan, dan di mintakan kepada mereka apa yang mereka tidak akan mampu mengerjakannya.
QS. Al-Muzammil,
!$¯RÎ) !$uZù=yör& óOä3ös9Î) Zwqßu #´Îx© ö/ä3øn=tæ !$uKx. !$uZù=yör& 4n<Î) šcöqtãöÏù Zwqßu ÇÊÎÈ   4Ó|Âyèsù ãböqtãöÏù tAqߧ9$# çtRõs{r'sù #Z÷{r& Wx‹Î/ur ÇÊÏÈ   y#øs3sù tbqà)­Gs? bÎ) ÷Länöxÿx. $YBöqtƒ ã@yèøgs tt$ø!Èqø9$# $·7ŠÏ© ÇÊÐÈ   âä!$yJ¡¡9$# 7ÏÜxÿZãB ¾ÏmÎ/ 4 tb%x. ¼çnßôãur »wqãèøÿtB ÇÊÑÈ   ¨bÎ) ¾ÍnÉ»yd ×otÅ2õs? ( `yJsù uä!$x© xsƒªB$# 4n<Î) ¾ÏmÎn/u ¸x‹Î6y ÇÊÒÈ  
Artinya:
"sesungguhnya kami telah mengutus kepada kamu (hai orang-orang kafir mekkah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang rasul kepada Fir'aun. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. Maka bagaimanakah kamu dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji Allah itu pasti terlaksana. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barang siapa menghendaki, niscahnya dia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya".(Qs. Al-Muzammil: 15-19).

Gambaran kengerian di sini di lukiskan dalam bentuk pecah belahnya langit, sedang sebelum itu ditandai dengan berguncangnya bumi dan gunung, yang menyebabkan anak-anak kecil beruban. Gambaran kengerian ini terlukis dalam alam yang bisu, dan dalam kemanusiaan yang hidup. Maka gambaran yang nyata ini segera saja merasuki memenuhi angan, hingga perasaan inin berguncang, dan bebarengan dengan itu semakin kuatlah pengakuannya bahwa: "Janji Allah itu pasti terlaksana lagi ". Maka tidak ada keraguan lagi dan tidak ada tempat lari padanya, bahwa semua itu di maksudkan sebagai peringatan: "Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barang siapa menghendaki, niscahya dia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya". Dan pada dasarnya, jalan menuju Allah itu lebih aman dan mudah dibanding jalan

L.     Tanda-Tanda Hari Akhir ( Kiamat )

Berdasarkan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi, hari akan terjadi dengan di dahului tanda-tandanya. Adapun tanda-tanda datangnya hari kiamat antara lain:
1.      Tanda-tanda kecil (Sughra)
a)      Diutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasullullah. Dengan diutusnya beliau maka berakhirlah kenubuwatan dan risalah yakni sesudah beliau ini tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang benar-benar menjadi pesuruh Allah SWT.
b)      Jikalau yang menjadi raja-raja, menteri-menteri, amir-amir, dan kepala-kepala itu adalah anak-anak dari wanita-wanita tawanan atau golongan rendah, bukan dari anak-anak keturunan yang mulia, baik pendidikannya, luhur akhlaknya dan keperwiraannya.
2.      Tanda-tanda besar (Kubra)
1)      Matahari terbit dari sebelah barat sesuai hadits yang diriwayatkan oleh bukhari muslim
لا تقوم السا عة حتى تطلع الشمس من مغربها
Artinya, tidak terjadi kiamat sehingga terbitnya matahari dari barat

2)      Munculnya binatang yang dapat berbicara degan manusia
3)      Almahdi
secara ringkas uraian mengenai imam Almahdi itu adalah sebagai berikut:
·         beliau akan muncul di akhir zaman
·         Namanya Muhammad bin Abdullah atau Ahmad bin Abdullah
·         Beliau termasuk keturunan Rasulullah
·         Beliau serupa benar dengan akhlak dan budi pekerti dengan Rasulullah tapi tidak menyerupai  bentuk roman muka dan lain-lain
·         Beliau akan meratakan keseluruhan permukaan bumi sifat keadilan dan kejujuran dalam pemerintah.
4)      Munculnya dajjal
Dajjal itu mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan. Ia berusaha mengobar-obarkan kefitnahan dikalangan seluruh manusia agar sama meninggalkan agama mereka yang benar.
5)      Turunnya Nabi Isa as
Nabi Isa akan turun di akhir zaman yakni di tengah-tengah merajalelanya pengaruh dajjal. turunnya Isa ini adalah suatu tanda dari berbagai kiamat kubra perihal sudah sangat dekat tibanya hari kiamat.
Tanda- tanda hari kiamat juga di sebutkan dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh Muslim dari Hudaifah Bin Usaid bahwa akhirat itu tidak akan bangkit sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda yaitu:    
a.       Asap       
b.      Dajjal (orang-orang pendusta)
c.       Munculnya Dabbah ( binatang melata)
d.      Matahari terbit dari barat
e.       Turunnya Isa anak Maryam
f.       Turunnya Ya-juj dan Ma-juj
g.      Munculnya gerhana di timur
h.      Gerhana di barat
i.        Gerhana di Jazirah Arab
j.        Api menyala di Yaman menghalau umat manusia ke mahsyar.

M.   Nama-Nama Lain Hari Kiamat.

a.       Yaumul Akhir, artinya hari akhir. (QS. Al-Baqarah : 8)
z`ÏBur Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)tƒ $¨YtB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$$Î/ur ̍ÅzFy$# $tBur Nèd tûüÏYÏB÷sßJÎ/ ÇÑÈ  
 di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman
b.      Yaumul Qiyamah, artinya hari kiamat (QS. Al-Baqarah : 85)
§NèO öNçFRr& ÏäIwàs¯»yd šcqè=çGø)s? öNä3|¡àÿRr& tbqã_̍øƒéBur $Z̍sù Nä3ZÏiB `ÏiB öNÏd̍»tƒÏŠ tbrãysàs? NÎgøŠn=tæ ÄNøOM}$$Î/ Èurôãèø9$#ur bÎ)ur öNä.qè?ù'tƒ 3t»yé& öNèdrß»xÿè? uqèdur îP§ptèC öNà6øn=tã öNßgã_#t÷zÎ) 4 tbqãYÏB÷sçGsùr& ÇÙ÷èt7Î/ É=»tGÅ3ø9$# šcrãàÿõ3s?ur <Ù÷èt7Î/ 4 $yJsù âä!#ty_ `tB ã@yèøÿtƒ šÏsŒ öNà6YÏB žwÎ) Ó÷Åz Îû Ío4quŠysø9$# $u÷R9$# ( tPöqtƒur ÏpyuŠÉ)ø9$# tbrŠtãƒ #n<Î) Ïdx©r& É>#xyèø9$# 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÑÎÈ  
. kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat
c.       Yaumul Ba'ats, artinya hari berbangkit (QS. Ar-Ruum:56
tA$s%ur tûïÏ%©!$# (#qè?ré& zNù=Ïèø9$# zyM}$#ur ôs)s9 óOçFø[Î6s9 Îû É=»tFÏ. «!$# 4n<Î) ÇPöqtƒ Ï]÷èt7ø9$# ( #x»ygsù ãPöqtƒ Ï]÷èt7ø9$# öNà6¨ZÅs9ur óOçFZä. Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÎÏÈ  
. dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka Inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)."

d.      Yumul Hisab, artinya hari perhitungan (QS. Shaad: 16)
(#qä9$s%ur $uZ­/u @Édftã $uZ©9 $uZ©ÜÏ% Ÿ@ö7s% ÏQöqtƒ É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÏÈ  
 dan mereka berkata: "Ya Tuhan Kami cepatkanlah untuk Kami azab yang diperuntukkan bagi Kami sebelum hari berhisab".
Hisab itu berlangsung dengan cara mengeluarkan kitab verbal amal bagi setiap manusia di dalamnya terdapat segala amal perbuatannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, bahkan  sekalipun berupa niat di dalam hati. Dihari kiamat ini disempurnakan perhitungan amal manusia, dan di putuskan hukum antara mereka, dan perbuatan mereka di balas, setiap orang wajib melunasi hutangnya, yang mana setiap orang yang berpiutang menerima hartanya.
e.       Yaumul Din, artinya hari pembalasan (QS. Al-Fatihah : 4)
Å7ÎtB ÏQöqtƒ ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ  
. yang menguasai di hari Pembalasan
f.       Yaumul Haq, artinya hari yang pasti terjadi (QS. An-Naba' : 39)
y7ÏsŒ ãPöquø9$# ,ptø:$# ( `yJsù uä!$x© xsƒªB$# 4n<Î) ¾ÏmÎn/u $¹/$t«tB ÇÌÒÈ  
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka Barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
g.      Yaumul Jami', artinya hari berkumpul (QS. Asy-Syura : 7)
y7Ïxx.ur !$uZøŠym÷rr& y7øs9Î) $ºR#uäöè% $|Î/ttã uÉYçGÏj9 ¨Pé& 3tà)ø9$# ô`tBur $olm;öqym uÉZè?ur tPöqtƒ ÆìôJpgø:$# Ÿw |=÷ƒu ÏÏù 4 ×̍sù Îû Ïp¨Ypgø:$# ×̍sùur Îû ÎŽÏè¡¡9$# ÇÐÈ  
 Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.
h.      Yaumul Khulud, artinya hari kekeklan (QS. Qaf : 34)
$ydqè=äz÷Š$# 5n=|¡Î0 ( y7ÏsŒ ãPöqtƒ ÏŠqè=èƒø:$# ÇÌÍÈ  
 masukilah syurga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan.
i.        Yaumul Hasrah, artinya hari penyesalan (QS. Maryam :39)
óOèdöÉRr&ur tPöqtƒ ÍouŽô£ptø:$# øŒÎ) zÓÅÓè% ãøBF{$# öNèdur Îû 7's#øÿxî öNèdur Ÿw tbqãZÏB÷sムÇÌÒÈ  
 dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.
j.        Yaumul Fashli, artinya hari keputusan (QS. Ad-Dukhaan :40)
¨bÎ) tPöqtƒ È@óÁxÿø9$# óOßgçF»s)‹ÏB šúüÏèuHødr& ÇÍÉÈ  
 Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,
k.      Yaumul Waid, artinya hari terlaksananya ancaman (QS. Qaff : 20)
yÏÿçRur Îû ÍqÁ9$# 4 y7ÏsŒ ãPöqtƒ ÏÏãuqø9$# ÇËÉÈ  
 dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.
l.        Yaumul Khuruj, artinya hari keluar dari kubur (QS. Qaf :42)
tPöqtƒ tbqãèyJó¡o spysøŠ¢Á9$# Èd,ysø9$$Î/ 4 y7ÏsŒ ãPöqtƒ Ælrãèƒø:$# ÇÍËÈ  
 (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).
m. Yaumul Taghabun, artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan (QS. At-Taghabun : 9)
tPöqtƒ ö/ä3ãèyJøgs ÏQöquÏ9 ÆìôJpgø:$# ( y7ÏsŒ ãPöqtƒ Èûèó$tó­G9$# 3 `tBur .`ÏB÷sム«!$$Î/ ö@yJ÷ètƒur $[sÎ|¹ öÏeÿs3ムçm÷Ztã ¾ÏmÏ?$t«Íhy ã&ù#Åzôãƒur ;M»¨Zy_ ̍øgrB `ÏB $pkÉJøtrB ㍻yg÷RF{$# šúïÏ$Î#»yz !$pÏù #Yt/r& 4 šÏsŒ ãöqxÿø9$# ãÏàyèø9$# ÇÒÈ  
 (ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, Itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.
m.    Yaumul hisab  (Hari Perhitungan ).
pada hari ini di mana segala amal perbuatan manusia di perhitungkan. inipun sesuai dengan
firman Allah SWT, yang artinya:
"ini pun apa yang di janjikan kepadamu pada hari berhisab" . (Qs. Shaad : 53)
hisab itu berlangsung dengan cara mengeluarkan kitab verbal amal bagi setiap manusia di dalamnya terdapat segala amal perbuatannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, bahkan  sekalipun berupa niat di dalam hati. Dihari kiamat ini disempurnakan perhitungan amal manusia, dan di putuskan hukum antara mereka, dan perbuatan mereka di balas, setiap orang wajib melunasi hutangnya, yang mana setiap orang yang berpiutang menerima hartan



BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpula

Al-Qur’an diturunkan sebagai pelengkap dan penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Dan sebagai pedoman hidup manusia sampai akhir zaman. Diturunkan pada Nabi Muhammad saw, pada bulan Ramadhan sebagai mana firman Allah Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. ” (Al-Baqarah;185)

Banyak ulama berpendapat bahwa malaikat adalah makhluk halus yang diciptakan Allah dari cahaya yang dapat berbentuk dalam aneka bentuk, taat mematuhi perintah Allah, dan sedikitpun tidak pernah membangkang. Sedang Muhammad Sayyid Thanthawi mengatakan bahwa malikat adalah tentara Allah. Tuhan menganugrahkan kepada mereka akal dan pemahaman, menciptakan bagi mereka naluri untuk taat, serta memberi mereka kemampuan untuk berbentuk dengan berbagai bentuk yang indah dan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an; “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirirmu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS.At-Tahrim [66]:6)

Begitu banyak definisi tentang pengertian jin menurut para pakarnya. Dan selanjutnya mari kita simak wawasan Al-Qur’an tentang jin. Jin terdiri dari rangkaian-rangkaian huruf jim dan nun yang mengandung makna ketersembunyian atau ketertutupan. Tidak dapat terjangkau oleh indra manusia. Dari sinilah dapat ditarik kesimpulan bahwa jin adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak diketahui bentuknya tapi wajib dipercaya adanya dan mereka tersembunyi serta tercipta dari api.

Para ulama berpendapat bahwa hakikat roh tidakmungkin bisa diketahui. Pengetahuan tentang roh ini khusus bagi Allah, artinya hanya Allah yang mengetahuinya. Oleh karena itu tidak mungkin kita membuat definisi atau batasan tentang hakikat roh. Allah telah memberikan penjelasan bagi orang-orang yang bertanya tentang roh, bahwa mereka hanya diberi sedikit ilmu yang tidak akan cukup untuk mengungkapkan hakikat roh itu. Allah berfirman: “Dan mereka bertanya kepada mu tentang roh. Katakanlah,''roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikkit.”(QS.Al-Isra:85)

Eskatologi berasal dari bahasa Yunani yaitu  Eschatos yang berarti "terakhir" dan logi yang menuju kengerian yang mencekam itu.
Eskatalogi berarti "studi tentang" adalah bagian dari teologi dan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa terakhir dalam sejarah dunia, atau nasib akhir dari seluruh umat manusia, yang biasanya dirujuk sebagai kiamat . Dalam pengertian yang lebih luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep yang diajarkan kaitanya  seperti , akhir zaman, dan hari-hari terakhir.

B.     Saran

Mohon maaf, apabila sekiranya ada kesalahan dalam kata – kata maupun uraiannya yang kurang berkenan di dalam makalah ini. Maka dari itu kami para penyusun  meminta dan menerima kritik dan sarannya dari teman – teman semua.

















DAFTAR PUSTAKA


Azimabadi, Badar.1996.The World Of Angels.India: Adam Publishers&Distributors
Kabbani,Muhammad Hisyam.2003.Dialog Dengan Para Malaikat.Jakarta: Penerbit Hikmah
Kholiq,Muhammad.Aqidah Akhlak.Gresik:CV Kembar Putra
Majdi,Muhammad Asy-Syahawi.2001.Memanggil Roh dan Menaklukan Jin.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sabiq,Sayyid.Aqidah Islam
Shihab,Quraish.2006. Yang Tersembunyi.Jakarta: Lentera Hati.