Kamis, 18 Agustus 2016

MAKALAH MUSIK NUSANTARA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Seiring dengan pertumbuhan zaman yang semakin pesat, kemajuan dalam bidang ekonomi dan teknologi yang meningkat, maka orang-orang  sering melupakan hal-hal yang berbau tradisional, menurut mereka itu kuno lah, norak lah, dan lain sebagainya.
Orang-orang zaman sekarang kebanyakan terorientasi kepada hal-hal yang modern contohnya lagu. Lagu adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituliskan dalam bentuk syair atau lirik.
Di zaman modern seperti sekarang orang-orang lebih senang kepada lagu barat daripada lagu-lagu asli Indonesia atau lagu Nusantara. Padahal dengan lagu-lagu Nusantara yang banyak akan membuat khazanah seni indonesia semakin kaya.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian musik Nusantara?
2.      Apa jenis-jenis lagu-lagu Indonesia?
3.      Apa ciri-ciri atau karakteristik musik Nusantara?
4.      Apa tokoh-tokoh musik Indonesia beserta hasil karyanya?

C.    Tujuan Penulis

Tujuan saya membuat makalah ini antara lain sebagai berikut:
  1. Agar lagu-lagu Nusantara tidak mengalami kepunahan dan akan tetap lestari selamanya
  2. Agar masyarakat Indonesia tidak melupakan lagu-lagu Nusantara
  3. Agar lagu-lagu Nusantara tetap eksis didalam panggung musik Indonesia
  4. Agar lagu-lagu Nusantara sesuai dengan perkembangan zaman
  5. Agar masyarakat Indonesia semakin gemar lagu-lagu Nusantara
  6. Agar lagu-lagu Nusantara dapat diakui oleh dunia Internasional





                                   


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Jenis-Jenis Lagu-Lagu Indonesia

1.      Pengertian Musik Nusantara

Musik Nusantara adalah musik yang berkembang diseluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan tutun temurun yang masih dijalankan oleh masyarakat. Musik Nusantara tersebat hampir diseluruh pelosok negeri dan masing-masing daerah memiliki ciri-ciri yang berbeda.

2.      Fungsi Musik Nusantara

Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai media pendidikan, media hiburan, media apresiasi, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi.

Fungsi musik nusantara antara lain yaitu:

a.       Sebagai Media Pendidikan
Dalam proses belajar,  musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus dapat menanamkan jiwa dan budi perkerrti yang luhur, misalnya keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan perilaku baik lainnya.

b.      Sebagai Media Hiburan
Dalam media hiburan, musik nusantara menempati ruang yang paling luas. Baik dari musik tradisional sampai musik modern, telah banyak digunkan manusia sebagai media rekreatif untuk melepas kecapekan atau kepenatan hidup sehari-hari.

c.       Sebagai Media Apresiasi
Musik seni adalah musik yang dinikmati semata-mata karena unsur keindahannya. Musik yang digunakan sebagi media apresiasi di wilayah nusantara sebagian besar masih berkisar pada lagu-lagu saeriosa. Dikarenakan masih kurangnya apresiasi masyarakat indonesia terhadap musik seni barat.

d.      Sarana Ekspresi Diri
Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

e.       Sarana Komunikasi
Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki  pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

f.       Pengiring Tarian
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.

g.      Sarana Ekonomi
Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi  dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber  penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
                                  
3.      Jenis-Jenis Musik Nusantara

Jeis-jenis lagu-lagu di Indonesia sangat beragam dan banyak sekali di antaranya:

a.       Lagu Daerah
Lagu daerah adalah lagu yang lahir karena budaya setempat yang bersifat turun temurun dan kedaerahan.

b.      Lagu Pop
Lagu pop adalah lagu yangt sedang digemari atau disenangi oleh masyarakat pada saat tertentu atau dalam kurun waktu tertentu.

c.       Lagu Hiburan
Lagu hiburan adalah lagu yang bertujuan untuk menghibur pendengarnya dengan syair-syair atau liriknya.

d.      Lagu Perjuangan
Lagu perjuangan adalah lagu yang lahir karena kondisi masyarakat Indonesia yang sedang dijajah oleh bangsa lain. Dengan musik para pejuang berusaha membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah.

e.       Lagu Seriosa
Lagu seriosa adalah lagu yang harus dinyanyikan oleh penyanyi dengan serius yang mendekati kemampuan penciptanya dan bernilai teknik tinggi art music.
f.       Lagu Dangdut
Lagu dangdut adalah merupakan perpaduan antara musik india dengan musik melayu, iramanya sangat ringan sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya menggerakkan anggota badan. Lagu dangdut juga berasal dari indonesia asli.

g.      Lagu Anak-Anak
Lagu anak-anak adalah lagu yang diciptakan untuk mendidik anak-anak yang lagunya sederhana, dan kalimatnya tidak terlalu panjang, lagu  anak-anak sangat mudah dimengerti dan dipahami.

h.      Lagu Keroncong
Lagu keroncong adalah lagu yang memiliki harmoni musik dan improvisai yang sangat terbatas, umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama.

i.        Lagu Langgam
Lagu langgam adalah lagu yang sejenis dengan keroncong tapi tidak menggunakan ukulele pada musiknya.

j.        Lagu Stambul
Lagu stambul adalah lagu yang berirama mendayu-dayu, bait dan liriknya lazim berupa pantun “A-B-A-B” dalam tutur atau bahasa yang indah yang berisi puji-pujian dan nasihat.

B.     Ciri-Ciri atau Karakteristik Musik Nusantara

Sebagai sebuah lagu tentu saja lagu-lagu nusantara memiliki ciri-ciri khas atau karakteristik yang membedakannya dengan lagu-lagu lain baik dalam instrumen ataupun syair-syairnya, ciri-ciri lagu nusantara antara lain:

1.      Lagu Daerah
Lagu daerah memiliki ciri-ciri antara lain:
a.       Sederhana
Lagu biasannyaa bersifat sederhana baik dari melodi, tema, maupun syairnya. Tangga nada yang digunkan pentatonis. Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 nada berjenjang. Tangga nada pentatonis sebenarnya tidak mungkin dituliskan dalam notasi yang umum, namaun apabila diterapkan maka kira-kira mendekati jajaran  nada yang dipergunakan.

b.      Kedaerahan
Lagu daerah sifatnya kedaerahan. Hal ini dapat diliahat dari syairnya. Syair lagu daerah menngunakan syair dan dialek daerah yang bersifat lokal.

c.       Turun Temurun
Lagu daerah bersifat tradisional, pada awalnya lagu daerah disampaikan secara turun temurun dan spontan, misalnya saat bermain atau saat orang tua memberi nasihat kepada anaknya.

d.      Jarang Diketahui Penciptanya
Karena lagu daerah memiliki karakter turun temurun maka siapa penciptanya jarang diketahui disamping itu juga lagu-lagu ini tidak tertulis. Karena tujuan awalnya lagu in bukan semata-mata untuk komersial. Akan tetapi lagu ini dinyanyikan pada saat musim panen sebagai ungkapan rasa bahagia, bermain pada waktu senggang atau meninabobokkan anak.
a)      Menggambarkan keadaan suatu daerah setempat.
b)      Memuat pesan untuk masyarakat suatu daerah.
c)      Mengandung suatu makna yang diketahui penciptanya.
d)     Mengandung unsur kerakyatan dan kebersamaan.

2.      Lagu Pop
Lagu pop (populer) merupakan lagu yang sedang digemari masyarakat, ciri-ciri lagu pop antara lain:
a.       Bersifat sementara atau cepat tergantikan oleh lagu lain.
b.      Berifat menghibur pendengarnya.
c.       Tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.
d.      Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrumen.
e.       Mengutamakan permainan drum dan gitar bas.
f.       Komposisi melodinya mudah dicerna.
g.      Mudah diterima masyarakat.
h.      Bentuk lagu bebas.
i.        Disenangi masyarakat pada kurun waktu tertentu.
j.        Mudah dikenal dan tenggelam.

3.      Lagu Hiburan
Lagu hiburan digunakan untuk menghibur dan dapat dikatakan lagu populer dan ciri-cirinya pun hampir sama yaitu;
a.       Bersifat sementara atau cepat tergantikan oleh lagu lain.
b.      Berifat menghibur pendengarnya.
c.       Tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.
d.      Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrumen.
e.       Mengutamakan permainan drum dan gitar bas.
f.       Komposisi melodinya mudah dicerna.
g.      Mudah diterima masyarakat.
h.      Bentuk lagu bebas.
i.        Disenangi masyarakat pada kurun waktu tertentu.
j.        Mudah dikenal dan tenggelam.

4.      Lagu Perjuangan
Lagu perjuangan memiliki ciri-ciri antara lain yaitu:
a.       Syair-syairnya berisi ajakan untuk berjuang, Karena diciptakan pada masa penjajahan maka isi-isi syairnya pun berisi ajakan untuk berjuang membela kemerdekaan Republik Indonesia.
b.      Iramanya musiknya dibuat cepat dan semangat.
c.       Diakhiri dengan semarak.
d.      Diciptakan pada masa perjuangan.
e.       Isi lagu berisi tentang semangat juang dalam membela kemerdekaan.
f.       Kebanyakan diciptakan sekitar tahun 1945-1950.

5.      Lagu Seriosa
Lagu seriosa yang dinyanyaikan dengan serius memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Banyak menggunakan nada-nada sisipan seperti (ri),(fi),dan (sel).
b.      Lagunya menggunakan teknik vokal yang tinggi.
c.       Lagu seriosa harus dinyanyikan dengan perasaan,ekspresi, dan penuh penghayatan serta mendalam dan serius.
d.      Lagu seriosa banyak menggunakan nada-nada tinggi.
e.       Banyak menggunakan perubahan tempo dan dinamik.
f.       Terkadang ada pergantian nada dasar (modulasi).

6.      Lagu Dangdut
Lagu dangdut merupakan lagu asli bangsa indonesia dan memiliki banyak sekali ciri-ciri atau karakteristik diantaranya:
a.       Alat musiknya akustik, dengan standarisasi melayu seperti akordion, suling, gendang, madolin, dan dalam perkembangannya di era ini adalah organ mekanik seperti biola.
b.      Lagunya mudah dicerna, sehingga tidak susah diterima masyarakat.
c.       Iramanya terbagi dalam tiga bagian yaitu senandung (sangat lambat), lagu dua (iramanya agak cepat), dan makinang (lebih cepat).
d.      Liriknya masih lekat pada pantun.
e.       Irama musiknya sangat melankolik.
f.       Bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif.
g.      Sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4 (jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4,  kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli seperti lagu Burung Nuri).
h.      Miskin improvisasi, baik melodi maupaun harmoni.
i.        Sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkon.
j.        Pada umumnya tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian yang pertama.
k.      Alat musik pokoknya kendang (tabla) dan suling.
l.        Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama.
m.    Dinyanyikan dengan vibrasi dan cekungan-cekungan nada.
n.      Didominasi dang dan ndut pada saat musik (gendang, suling dll) dimainkan.

7.      Lagu Anak-Anak
Lagu anak-anak yang bersifat mendidik memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.       Memilki bentuk yang sederhana dan ambitusnya tidak terlalu luas, biasanya lagu anak-anak tidak lebih dari satu oktaf.
b.      Tema lagu disesuaikan dengan jiwa anak yang masih polos.
c.       Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh anak-anak.
d.      Lompatan nada tidak terlalu jauh.
e.       Isi lagu bersifat mendidik kearah positif.

8.      Lagu Keroncong
Lagu keroncong juga adalah lagu yang berasal dari indonesia, ada pendapat bahwa lagu keroncong berasal dari portugis yang pernah menjajah indonesia tapi bukti autentik yang menunjukkan bahwa irama keroncong milik portugis tidak ada bekasnya, ciri-ciri lagu keroncong antara lain:
a.       Matra atau ukuran birama 4/4.
b.      Kalimat lagu atau syair lagu terdiri dari tujuh kalimat, setipa lagu terdiri atas 4 bar atau birama sehingga jumlah seluruhnya adalah 28 birama atau bar.
c.       Kalimat lagu ke-3 terdapat interlude secara instrumental sebanyak 2 barsampai 4 bar.
d.      Pada kalimat lagu ke-4 selalu mendapat iringan.
e.       Alat musik ukulele memiliki peranan yang sangat penting dan merupakan identitas musik keroncong.
f.       Untuk jenis lagu keroncong asli, jumlah instrumen sangat dibatasi jumlahnya, yaitu 7 macam, terdiri atas bas, cello, biola, seruling, gitar melodi, ukulele, dan chak.
g.      Menggunakan harmoni yang sangat terbatas dan kurang mendapat kebebasan untuk mengadakan improvisasi.
h.      Muncul pada abad ke-16

9.      Lagu Langgam
Lagu Langgam memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Matra atau ukuran biramanya 4/4.
b.      Temponya moderato.
c.       Terdiri dari empat kalimat masing-masing delapan bar, sehingga dalam satu langgam terdapat 32 bar.
d.      Matra ke-3 dari kalimat ke-1 selalu diiringi akord IV (sub dominant).
e.       Cello menirukan permainan gendang.
f.       Susunan keempat kalimatnya adalah AABA kadang-kadang ada sedikit perubahan pada akhir lagu.

10.  Lagu Stambul
Lagu Stambul memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Matra atau ukuran biramanya 4/4.
b.      Terdiri dari 16 bar.
c.       Merupakan variasi dari keroncong.
d.      Muncul pada sekitar abad ke-20.

C.    Tokoh-Tokoh Musik Indonesia Beserta Hasil Karyanya

1.      Komponis lagu-lagu perjuangan

a.       WR. Supratman              :    Indonesia Raya, Ibu Kartini, Di Timur Matahari,
b.      Cornel Simanjuntak       :    Indonesia Tetap Merdeka, Maju Tak Gentar, Tanah Tumpah Darahku
c.       H. Mutahar                 :    Hari Merdeka, Syukur, Hymne Pramuka
d.      Ismail Marzuki            :    Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola
e.       Liberty Manik             :    Satu Nusa Satu Bangsa, Desaku yang Kucinta,
f.       Ibu Sud                       :    Hymne Kemerdekaan, Berkibarlah Benderaku
g.      Daljono                       :    Bendera Kita, Bambu Runcing
h.      T. Prawit                     :    Mengheningkan Cipta, Bersatulah
i.        Kusbini                       :    Bagimu Negeri, Merdeka
j.        A. Simanjuntak           :    Bangun Pemudi Pemuda, Indonesia Bersatulah

2.      Komponis lagu-lagu Keroncong

1.      Gesang                        :    Lgm. Bengawan Solo, Lgm. Ali-Ali
2.      Mardjo Kahar              :    Kr. Meratap hati, Stb. Merana
3.      Budiman BJ                :    Kr. Jayalah Indonesia, Lgm. Tanah Kerinduan
4.      S. Padimin                  :    Kr. Sekuntum Bunga, Kr. Pujaan Tanah Air
5.      Maladi                        :    Lgm. Tidurlah Intan, Lgm. Di Bawah Bulan Purnama
6.      Ismail Marzuki            :    Lgm. Sampul Surat, Lgm. Bandung Selatan

3.      Komponis lagu-lagu Populer

a.       Riyanto                       :    Kemuning, Mimpi Sedih, Angin Malam, Mawar Berduri
b.      Koes Plus                    :    Kisah Sedih Di Hari Minggu, Cinta, Andaikan Kau Datang
c.       Ebiet G. Ade              :    Berita Kepada Kawan, Lagu untuk Sebuah Nama, Camelia
d.      Iwan Fals                    :    Bento, Galang Rambu Anarki, Mata Indah Bola pingpong
e.       Titiek Puspa                :    Bing, Cinta, Satu Dia, Tangis dan Cinta
f.       Is Haryanto                 :    Sepanjang Jalan Kenangan, Hilang Permataku
g.      Melly Goeslow           :    Bunda, Jika, Ada Apa Dengan Cinta
h.      Zainal Arifin               :    Teluk Bayur, Sebiduk Sungai Musi

4.      Komponis lagu-lagu Klasik dan Seriosa

a.       Syaiful Bahri              :    Malam Kenangan, Lagu Untuk Anakku
b.      C. Simanjuntak           :    Citra, Mekar Melati, Taufan
c.       Iskandar                      :    Dahag, Kasih di Ambang Pintu
d.      Ismail Marzuki            :    Wanita, Fajar Harapan, Bintang Sejuta
e.       Sancaya HR                :    Rindangnya Cinta, Kembang dan Kumbang


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kesimpulan dari isi dari makalah ini adalah setelah mengetahui pengertian, jenis-jenis dan ciri-ciri lagu-lagu nusantara maka marilah kita jaga dan lestarikan musik itu sendiri agar tidak mengalami kepunahan karena lagu adalah ungkapan persaan penciptanya. Dengan mengetahui lagu-lagu nusantara yang beragam maka marilah kita pertahankan lagu-lagu tersebut agar lagu itu tetap lestari.

B.     Saran

Setelah mengetahui ragam dan jenis musik nusantara serta ciri-cirinya semoga kita mampu untuk menjaga dan memelihara seni khususnya musik. Semoga kita mampu menghargai musik sebagai bagian dari hidup kita. Saran penulis agar kita jangan sekali-sekali melupakan musik nusantara tapi marilah kita jaga dan lestarikan musik sebagai warisan budaya kita.



DAFTAR PUSTAKA

https://roiyanali98.wordpress.com/2013/08/09/musik-nusantara-jenis-jenis-dan-ciri-cirinya/
https://mgmpseni.wordpress.com/materi-belajar/seni-musik/semester-2/kelas-viii/musik-nusantara/
http://gajahmada2medan.blogspot.co.id/2014/12/musik-nusantara-a.html

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telahmemberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul "Musik Nusantara" pada tepat waktunya. Makalah ini berisikan tentang sejarah dan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada Guru bidang studi Seni Budaya dan teman-teman yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT meridhai segala usaha kami. Amin .